Terkesan Tertutup Untuk Publik; Hasil RUPS Luar Biasa PT RBSJ Dipertanyakan

REMBANG Redaksi.co.id - Pemerintah Kabupaten Rembang diminta transparan menyampaikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT. Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ). Pasalnya, kinerja perusahaan melalui...

34 0

REMBANG Redaksi.co.id – Pemerintah Kabupaten Rembang diminta transparan menyampaikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT. Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ). Pasalnya, kinerja perusahaan melalui permodalan APBD tahun 2006-2007 yang selama dua tahun belakangan absen menyetor deviden kepada kas daerah tersebut cenderung tertutup terhadap publik.

Kabar telah digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham tahunan, PT RBSJ telah sampai kepada Ketua Panitia Khusus DPRD Rembang yang membahas polemik Pelabuhan Tanjung Bonang, Puji Santoso.

Dia pun meminta Pemkab Rembang, maupun PT RBSJ yang juga membawahi pengelolaan Pelabuhan Tanjung Bonang, untuk segera menyampaikan hasil RUPS yang belum diterima dewan hingga kemarin.

Karena sudah RUPS, bisa diketahui selama ini laba-rugi, kinerja dewan direksi, dan auditnya bagaimana, ungkap Puji.

Menurut Puji, semestinya hasil RUPS juga disampaikan pada DPRD. Selain itu publik juga berhak tahu karena (PT RBSJ) dimodali APBD yang juga merupakan uang rakyat. Paling tidak dikasih tembusan. Karena bagaimanapun, DPRD juga merupakan unsur pemerintahan, pintanya.

Bupati Rembang Abdul hafidz saat dihubungi melalui selulernya membenarkan bahwa RUPS tahunan PT RBSJ telah digelar, Selasa (9/6) sepekan lalu. Ya, (sudah digelar), terangnya singkat menjawab pertanyaan wartawan Redaksi.co.id.

Namun terkait kapan hasil RUPS tersebut akan dipublikasikan, Bupati Abdul Hafidz belum memastikan.

Berdasarkan catatan, PT RBSJ yang didirikan dengan permodalan dana APBD Kabupaten Rembang sebesar Rp. 35 miliar, memiliki beragam usaha antara lain, produksi biodiesel, sarung tangan, pabrik gula mini, SPBU, dan usaha pengelolaan pelabuhan Tanjung Bonang. Sejak tahun 2012 silam, BUMD ini belum sekalipun menggelar RUPS. Sehingga menyebabkan macetnya setoran deviden kepada kas daerah.

Sejak pertama kali didirikan tahun 2006, PT RBSJ beberapa kali absen menyetor deviden. Tahun

2008 RBSJ menyetor sebesar Rp 1,69 miliar ke kas daerah Rembang. Pada 2009, setoran menurun menjadi Rp 1,64 miliar.

Pada 2010 sebanyak Rp 1,05 miliar, 2011 tidak ada setoran deviden ke kas daerah. Pada 2012 kembali menyetor sebesar Rp 262,5 juta. Sedangkat tahun 2013 dan 2014 kembali tidak ada setoran ke kas daerah.(Hasan)

Catatan:
Berdasarkan data PT RBSJ didirikan tahun 2006 dengan modal APBD 2006-2007 sebesar Rp 35 miliar.
Jenis Usaha: pembuatan biodiesel, sarung tangan, pabrik gula mini, SPBU, dan pengelolaan Pelabuhan Tanjung Bonang.

Deviden PT RBSJ ke ke kas daerah Rembang:

Tahun 2008: Rp 1,69 miliar

2009: Rp 1,64 miliar

2010: Rp 1,05 miliar

2011: tidak ada setoran deviden ke kas daerah.

2012: Rp 262,5 juta.

2013 dan 2014: tidak ada setoran ke kas daerah

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!