Puluhan Ribu KTP Elektronik di Bekasi Belum Bisa Dicetak

186

BEKASI Redaksi.co.id Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi, Jawa Barat, mendata ada sekitar 70.000 orang di wilayahnya yang sudah melakukan perekaman dan kini masih menunggu pencetakaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Hal ini di karenakan keterbatasan tinta untuk mencetak KTP elektronik tersebut.

Sedangkan, 16.000 warga lainnya belum melakukan perekaman KTP elektronik atau sekitar 1% dari jumlah total wajib KTP. Meski begitu, peluang adanya kepemilikan KTP palsu alias KTP ganda, masih bisa terjadi.

Guna memimalisir hal ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan perekaman KTP elektronik.

“Hingga saat ini, 70.000 orang yang sudah melakukan perekaman namun KTP elektronik belum bisa dicetak karena kendala ketersediaan tinta untuk mencetak KTP elektronik. Kemdagri (Kementerian Dalam Negeri) melalui Provinsi Jawa Barat memberikan tinta tersebut kepada kita. Hingga saat ini, kita masih menunggu itu,” kata Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Alexander Zulkarnaen, Jumat (19/06/2015).

Dia mengatakan, pihaknya menargetkan akan menyelesaikan perekaman KTP elektronik pada tahun ini.

“Target pencetakan KTP elektronik tahun ini. Kita akan segera selesaikan untuk mengurangi beredarnya KTP palsu atau KTP ganda. Kalau semua KTP elektronik sudah tercetak, tidak ada lagi KTP palsu yang beredar,” katanya.

Menurut Alex, dengan melakukan perekaman KTP elektronik, pihaknya menjamin tidak akan ada lagi beredarnya KTP ganda.

“Bedanya KTP elektronik dengaan KTP biasa, di dalam KTP elektronik ada ‘chips’ yang menyimpan data si pemiliknya. Kantor saya ada ‘card reader’ yang dapat membaca ‘chips’ tersebut. Semua data tentang pemiliknya ada di dalam chips tersebut,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, rata-rata warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik karena dirinya bekerja di luar negeri atau sekolah di luar negeri.

“Jumlah tersebut hanya sekitar 16.000 atau sekitar 1% dari jumlah wajib KTP,” ungkapnya.

Saat ditanyakan, masih banyak warga yang membuat KTP tanpa melalui prosedur yang berlaku alias ‘nembak’, dia menegaskan, tidak akan terjadi lagi fenomena itu.

“Sekarang nembak KTP sudah tidak mungkin, kalau nembak KTP NIK (nomor induk kependudukan) dari mana? KTP elektronik dijamin akan di data secara terpusat, tidak mungkin ada KTP ganda. Semuanya data tunggal, hanya ada satu data si pemilik KTP,” ungkapnya.

Dia mengatakan, perekaman KTP elektronik ini berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 24 tahun 2013 tentang perubahan atasi UU Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

“Masa berlaku KTP elektronik berlaku seumur hidup sepanjang tidak ada perubahan dalam data di KTP,” imbuhnya. (Agus)

loading...

Comments

comments!