Ratusan Siswa SMP Pilih Melanjutkan Pendidikan ke Luar Kota Bekasi

BEKASI Redaksi.co.id Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bekasi lebih memilih melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Jakarta dan Kabupaten Bekasi....

19 0

BEKASI Redaksi.co.id Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bekasi lebih memilih melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Jakarta dan Kabupaten Bekasi. Mereka beralasan, pindah ke luar Kota Bekasi karena pindah domisili bersama orangtuanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dedi Junaedi mengatakan, tahun ini terdapat 962 siswa SMP di Bekasi yang memilih melanjutkan pendidikannya di luar Kota Bekasi.

Menurutnya, jumlah sebanyak itu lebih rendah di bandingkan tahun lalu. Di mana tahun 2014, tercatat ada 2.176 siswa SMP yang melanjutkan pendidikan di luar Kota Bekasi.

“Di bandingkan tahun lalu, tahun ini jumlah siswa yang pindah tidak mencapai ribuan. Alasan mereka beragam, ada yang pindah rumah dan ada pula karena ingin pindah belajar karena mengikuti jejak orangtua,” kata Dedi Junaedi, Sabtu (20/6/2015).

Dedi mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang setiap siswa yang ingin pindah dari Kota Bekasi. Mereka pindah ke luar kota, karena tuntutan keluarga, bukan karena kualitas pendidikan di Kota Bekasi tidak bagus.

Bahkan, kata dia, kuat kemungkinan siswa tersebut ingin mendapat kesempatan sekolah negeri di daerah yang di tuju. Karena, ada beberapa persyaratan khusus untuk seluruh siswa yang bisa masuk ke sekolah negeri di Kota Bekasi.

“Mungkin juga ingin mendapat kesempatan belajar di sekolah yang di luar Kota Bekasi,” ujarnya.

Menurut Dedi, daerah yang paling banyak di datangi siswa pindahan asal Kota Bekasi adalah DKI Jakarta dan Kabupaten Bekasi. Meski begitu, kata Dedi, jumlah siswa yang pindah belajar mengajar sejak beberapa tahun belakangan mengalami penurunan.

Dedi menambahkan, saat ini penerimaan peserta didik baru (PPDB) online dilakukan pada tahun ajaran sekarang. Dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi sudah membatasi jatah siswa pindahan sampai lima persen. Hanya saja, untuk proses penerimaan siswa luar kota belum dilakukan karena belum menerima ajaran baru.

Menurutnya, pelaksaan belajar mengajar di Kota Bekasi sekarang masih menerapkan sistem PPDB online. Hanya saja, di tahun ini ada sistem bina lingkungan. Di mana setiap siswa yang berprestasi memiliki peluang besar untuk dapat masuk ke sekolah negeri.

“Penerapan bina lingkungan ini baru diterapkan lagi setelah dua tahun di tiadakan,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Pendidikan dari Universitas Islam’45 Bekasi, Tatik Yuniarti menilai, pendidikan Jakarta lebih menjanjikan dan berkualitas ketimbang Kota Bekasi, makanya banyak siswa pindah ke luar Kota Bekasi.

“Terlebih Kota Bekasi selama ini banyak menerima ejekan di media sosial, ini bisa menjadi salah satu penyebab kepindahan siswa,” ujar Tatik.

Tatik menambahkan, faktor lain yang menyebabkan siswa lebih memilih sekolah di luar Kota Bekasi, karena Kota Bekasi belum memiliki perguruan tinggi negeri. Sehingga, banyak siswa yang memilih pendidikan SMA di daerah yang sudah ada basis perguruan tinggi.

Oleh karenanya, kata Tatik pemerintah harus memperbaiki kualitas pendidikan di Kota Bekasi. Selain itu, pembangunan universitas negeri di Kota Bekasi bisa ‘menahan’ para siswa untuk melanjutkan pendidikannya di Kota Patriot ini. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!