Direktur PT RBSJ Prilestyo Akui Terima Transferan Miliaran Rupiah dari Sewa Lahan Pelabuhan Sluke

REMBANG Redaksi.co.id –Direktur PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) Prilestyo akhirnya mengakui adanya penerimaan transaksi sewa lahan Pelabuhan Rembang termnal Sluke atau Tanjung Bonang, tak tanggung-tanggung jumlahnya...

88 0

REMBANG Redaksi.co.id –Direktur PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) Prilestyo akhirnya mengakui adanya penerimaan transaksi sewa lahan Pelabuhan Rembang termnal Sluke atau Tanjung Bonang, tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai Rp. 30 miliar. Uang sebesar itu masuk ke rekening bank atas nama dirinya saat merangkap jabatan sebagai direktur PT Pelabuhan Rembang Kencana.

Hal itu terungkap saat Pansus menggelar audiensi dengan PT RBSJ dan investor pelabuhan Rembang, PT Bangun Arta Kencana (BAK), di ruang Rapat Paripurna Gedung Dewan setempat, Jumat, (26/6) lalu.

“Memang benar, tansfer saya terima dari tahun 2011 sampai 2012 untuk pengurusan pelabuhan yakni diperuntukkan demi pengurusan HPL, RIP, dan BUP PT PRK. Sedangkan transfer untuk PT BAK kepada PT AHK (untuk proyek reklamasi) saya tidak tahu,” terangnya.

Prilestyo juga mengakui telah menyewakan lahan hasil reklamasi kepada pihak ketiga, antara lain PT SIR senilai total Rp. 30 Milyar. Hal itu saat dirinya menjabat sebagai Direktur PT PRK, perusahaan yang dibentuk atas kerjasama permodalan PT RBSJ dengan PT BAK. “Saya memang menerima uang itu tapi kemudian diinvestasikan lagi kepada reklamasi,” bebernya.

Pengakuan Prilestyo, setelah sebelumnya menyatakan tidak tahu adanya aliran dana yang kepada PT RBSJ untuk pembangunan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke. Namun dirinya tak bisa mengelak, setelah PT BAK menunjukkan bukti transaksi transfer keuangan kepada rekening atas nama dirinya sejak tahun 2011 hingga 2012.

Pansus sempat dibuat bingung dengan pengakuan direktur PT RBSJ ini. Sebab di beberapa kesempatan, Prilestyo tidak menyebutkan adanya setoran modal PT BAK kepada RBSJ. Dirinya terkesan menutupi kerjasama tersebut.

“Tadi statement Pak Tyo yang awal, belum pernah tahu kalau ada (investasi) PT BAK masuk, tapi ternyata pernah menerima uang. Ini kan suatu pernyataan yang berbeda,” ungkap Anggota Pansus DPRD Yudianto.

Komisaris utama PT Bangun Arta Kencana, Mindo Herbert Sitorus, meminta Prilestyo terus terang agar polemik pelabuhan segera selesai. “Tanpa ada tendensi melindungi pihak lain agar persoalan polemik pelabuhan umum Rembang Terminal Sluke segera selesai,” ujarnya

Ketua Pansus Pelabuhan DPRD Rembang, Puji Santoso, akan kembali menggelar audiensi dengan seluruh stakeholder di pelabuhan Tanjung Bonang, antara lain PT BAK, PT RBSJ, PT BRTK, PT AHK Selasa (30/6) besok. Pansus juga kembali memanggil Kepala BPN, dan Kepala Dinas Dishubkominfo Kabupaten Rembang. “Pansus Berharap masalah pelabuhan bisa selesai secepatnya,” tandasnya.

Sebelumnya pada Kamis (25/6), Panitia Khusus DPRD Rembang memanggil perwakilan dua investor pelabuhan setempat yaitu PT Bumi Rejo Tirta Kencana (BRTK) dan PT Amir Hajar Kilsi (AHK). Kedua investor memberikan keterangan terkait status lahan hasil reklamasi pelabuhan.

Puji melihat ada saling klaim antar investor soal lahan hasil reklamasi. Pasalnya, dari total lahan seluas sekitar 28 hektar, PT BRTK menyebut telah mereklamasi seluas 4.1 hektar, sedangkan PT AHK (Amir Hajar Kilsi) seluas hampir 25 hektar. Pansus dibuat heran karena sebelum PT BAK mengaku telah mereklamasi seluas 10 hingga 12 hektar. (Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!