Kajari Cikarang: Kasus Satpol PP Kabupaten Bekasi Sudah P21  

BEKASI Redaksi.co.id - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cikarang, Teguh mengatakan, kasus tindak pidana korupsi satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi, berkas-berkas dinyatakan sudah lengkap. Berkas-berkas...

26 0

BEKASI Redaksi.co.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cikarang, Teguh mengatakan, kasus tindak pidana korupsi satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi, berkas-berkas dinyatakan sudah lengkap. Berkas-berkas yang dibutuhkan bahkan barang bukti yang sudah diterimanya.

“Kami menyatakan P 21 kasus Satpol PP kabupaten Bekas. Berkas perkara dari penyidik sudah kami anggap lengkap,” ujarnya saat ditemui di ruang rapat Kejaksaan Cikarang, baru-baru ini.

Teguh memaparkan, semua berkas sudah layak untuk dibawa ke pengadilab. Selama 20 hari ke depan dilakukan penahanan terhadap tersangka, dan pihaknya akan membuat surat dakwaan serta melengkapi administrasi, dan kemudian melimpahkan ke pengadilan di Bandung. Sedangkan ketiga tersangka kini sudah dititipkan Kejari Cikarang ke lembaga permasyarakatan (LP) di Bekasi terhitung dari hari Jum’at.

“Kami sudah membuat surat dakwaan dan kejari sedang melengkapi administrasi, kini tiga tersangka sudah kami lakukan penahanan selama 20 hari, kami sudah menitipkan tersangka di lembaga permasyarakatan (LP) Bulak Kapal,” ucapnya.

Masih kata Teguh, Kejari Cikarang sudah menerima barang bukti tiga tersangka Pegawai Negri Sipil (PNS) di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Satpol PP Kabupaten Bekasi dari Polresta Bekasi, berupa berkas-berkas untuk memperkuat ketiga tersangka benar merugikan negara. “Banyak barang bukti yang kami terima dari Polresta Bekasi, tetapi berupa berkas-berkas saja,” tegasnya.

Kajari Cikarang menjelaskan, diperkirakan kerugian negara sebanyak Rp.920 juta. Ketiga terdakwa dikenakan pertama: pasal 2 ayat 1 undang-undang nomer 31 tahun 1999 junto pasal 55 KUHP, kedua, pasal 3 undang-undang nomer 31 tahun 1999 junto pasal 31 tahun 2001, ketiga, pasal 9 dan ke empat pasal 12 huruf E.

“Ancaman tiga tersangka, maksimal 20 tahun penjara, minimal 4 tahun,” tuturnya.

Saat disinggung apakah tersangka dapat dibebaskan dalam minggu-minggu ini, Teguh menambahkan, untuk bebas apa tidaknya tersangka, Kejari Cikarang saja belum melimpahkan ke pengadilan. Perkara keputusan pengadilan ada di tangan hakim. Persidangan saja belum berlangsung tentu tidak bisa dinyatakan bebas.

“Tidak bisa tersangka bebas, kami melimpahkan ke pengadilan saja belum. Nanti Hakim yang mempunyai domen bisa apa tidaknya bebas,” pungkasnya.(yoto)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!