Dua Warga Sluke Ditangkap Saat Bawa Kayu Illegal

REMBANG Redaksi.co.id - Dua orang warga Desa Sanetan Kecamatan Sluke, Tofik dan Priyono, ditangkap polisi hutan (Polhut) KPH Kebonharjo, saat melintas di Desa Karangasem Sedan, karena mengangkut...

68 0

REMBANG Redaksi.co.id – Dua orang warga Desa Sanetan Kecamatan Sluke, Tofik dan Priyono, ditangkap polisi hutan (Polhut) KPH Kebonharjo, saat melintas di Desa Karangasem Sedan, karena mengangkut 16 batang kayu jenis sonokeling, secara illegal, dengan truk dum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain membawa kayu , petugas Polhut juga mengamankan sebuah dump truk dengan nomor polisi K 1975 B, Jumat (26 Juni 2015). Saat ini barang bukti kayu ilegal itu telah diamankan di Mapolres Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Winarto melalui Kasatreskrim Polres AKP Eko Adi Pramono saat dihubungi wartawan, Selasa (30 Juni 2015) mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mendalami dugaan keterlibatan oknum orang dalam atau pegawai dari Perhutani dalam kasus ini. Sebab, secara logika polisi merasa sangsi tersangka bisa leluasa mengambil kayu tanpa sepengetahuan petugas Perhutani.

Berdasarkan penyidikan awal terhadap dua tersangka, memang belum bisa disimpulkan adanya keterlibatan orang dalam.

Namun, polisi terus mendalami kasus ini dengan langkah pemanggilan terhadap Adm Perhutani KPH Kebonharjo atau yang mewakili untuk dimintai keterangan sebagai saksi ahli.

Secepatnya kami akan meminta keterangan dari pihak Perhutani, sebagai saksi ahli soal kayu. Sejauh ini masih kami kembangkan, apakah ada keterlibatan oknum pegawai Perhutani atau tidak, terang Eko.

Sementara itu, Wakil Adm KPH Kebonharjo, Asep Ruskandar menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian. Pihaknya akan melihat apakah ada oknum pegawai Perhutani terlibat atau tidak dari hasil penyidikan kepolisian.

Yang diambil adalah 16 batang kayu setara 1,9 meter kubik. Jika memang ada keterlibatan anggota kami tentu akan ada sanksi tegas dari Perhutani,tandasnya (K.Widianto)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!