Di Bulan Ramadhan, BPN Kabupaten Bekasi Tetap Teruskan Program Jemput Bola Melalui “Tarling Larasita”

BEKASI Redaksi.co.id - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Dirwan A Dachri beserta jajarannya, tetap semangat memberikan layanan pertanahan, kendati berpuasa di bulan Ramadhan.

33 0

BEKASI Redaksi.co.id – Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Dirwan A Dachri beserta jajarannya, tetap semangat memberikan layanan pertanahan, kendati berpuasa di bulan Ramadhan.

Bahkan kegiatan “jemput bola”, dalam memberikan layanan kepada masyarakat, berupa Larasita (Layanan Rakyat Sertifikat Tanah) tetap berjalan, dibarengi dengan kegiatan tarawih keliling.

“Namanya program Tarling Larasita,” ujar Dirwan A Dachri kepada Redaksi.co.id, tadi pagi.

Kegiatan “jemput bola” “Tarling Larasita” ini untuk pertama kalinya digelar di Perum Citra Lestari Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa malam lalu.

Usai melaksanakan salat Tarawih di salah satu mesjid di wilayah itu, pegawai BPN Kabupaten Bekasi langsung membuka layanan kepada masyarakat. Bahkan, Kepala BPN Kabupaten Bekasi Dirwan A Dachri langsung mendatangi rumah warga setempat untuk menyerahkan sertifikat tanah yang telah selesai.

“Program Tarling Larasita ini akan dilaksanakan di setiap masjid-masjid seusai salat tarawih. Kita usahakan 20 masjid pada bulan Ramadhan ini setiap tiga hari sekali,” kata Dirwan.

Mengambil tempat di SDN Waluya 2 jl Anggrek 18, blok C, RW 9, Perum Bumi Citra Lestari, program “Tarling Larasita” yang pertama kalinya ini, memberikan sejumlah jenis pelayanan, seperti pendaftaran peralihan hak, perubahan hak (peningkatan hak dari HGB menjadi Hak Milik), pengecekan sertifikat, roya (penghapusan hutan) dan pelayanan informasi.

Bahkan, yang menarik pengurusan sertifikat bisa keluar malam itu juga.

Program Tarling Larasita ini, kata Dirwan lagi, untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan pembuatan sertifikat tanah miliknya.

“Dengan adanya program ini, masyarakat tidak perlu ijin untuk tidak bekerja di hari biasa. Biaya yang dikenakan hanya Rp50 ribu,” katanya.

Disamping itu, program Tarling Larasita juga untuk memotong jalur percaloan, sehingga tidak ada yang dirugikan.

Hal itu, kata Dirwan, sesuai dengan instruksi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan agar melayani masyarakat dengan membuat inovasi yang lebih menyentuh kepada kemudahan pelayanan.

BPN Kabupaten Bekasi juga menerima konsultasi terhadap tanah yang belum sertifikat, misalnya sengketa kepemilikan.

Selain itu, pihaknya juga mulai menginisiasi layanan antar sertifikat kepada para pemohon, khususnya bagi mereka yang kesulitan untuk mengambil sertifikat yang telah rampung, semisal karena letak geografi ataupun terkait dengan usia lansia.

“Kita juga lakukan pelayanan antar sertifikat sampai kerumah, door to door service. Petugas kami yang akan mengantarkan ke rumah pemohon yang memang tidak memungkinkan atau terkendala,” kata Dirwan.

Diharapkan, program layanan antar tersebut nantinya bisa menjadi salah satu program tetap dan unggulan dalam memberikan kemudahan pelayanan terhadap masyarakat. “Kita harapkan layanan antar ini bisa menjadi program tetap,” harapnya.(Akun)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!