Banyak Masyarakat yang Hendak Pindah Rayon PPDB Tidak Terlayani  

BEKASI Redaksi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak menyiapkan sarana yang cukup dalam melayani masyarakat yang mau verifikasi pindah rayon PPDB. Akibatnya ribuan masyarakat yang datang ke Kantor...

10 0

BEKASI Redaksi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak menyiapkan sarana yang cukup dalam melayani masyarakat yang mau verifikasi pindah rayon PPDB. Akibatnya ribuan masyarakat yang datang ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi kebingungan dan desak desakan saling dorong ketika hendak verifikasi administrasi pindah rayon Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Ini bagaimana sih ruangan sempit, cara kerjanya manual, sedangkan yang antri ribuan orang. Kapan kami bisa dilayani. Bagaimana pemerintahan ini, kenapa gak dipersiapkan oleh dinas pendidikan. Pemerintahan bobrok kalau begini,” teriak salah seorang calon wali siswa kesal.

Ungkapan kesal juga terlontar dari Ny Rahayu, warga Perum Puri Cendana Tambun Selatan, karena ketika berkas sudah bisa masuk di meja petugas setelah susah ngantri dari habis subuh ditolak lantaran tidak dilengkapi akta kelahiran anak, hingga dia harus pulang ngambil akta kelahiran.

“Sial amat berkas dah masuk hanya kurang akta kelahiran pakai ditolak petugas, harusnya petugas bijaksana dong ngomong persyaratan yang kurang disusulkan hari berikutnya. Dan Pemerintah Kabupaten Bekasi harus mikir dong kalau anak sampai sekolah di luar Kab Bekasi padahal orang tuanya tinggal di Bekasi, ini akibat cari sekolahan sulit, terpaksa anaknya sekolah di luar Bekasi. Eh sekarang harus ngurus pindah rayon segala,” ucapnya.

Tokoh masyarakat peduli pendidikan, Yata Tasentana kepada Redaksi.co.id, kemarin, mengatakan kecewa dengan pelayanan pemerintah Kab Bekasi terutama di Dinas Pendidikan, masalahnya ketika ada masyarakat mau melakukan pengurusan administrasi PPDB tidak dipersiapkan sarananya, sehingga masyarakat sampai berdesak desakan.

Semestinya lanjut Yata, Pemerintah siapkan sarana yang luas, di gedung serba guna misalnya, jadi masyarakat yamg ngurus tidak berdedak desakan.

“Pelayanan agar teratur mestinya harus pindah tempat yang luas dan jangan dipersulit rakyat. Bupati harus tanggap kesulitan rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu ketika Redaksi.co.id hendak kongirmasi kepada,kepala Dinas Pendidkan Kab Bekasi, H Rohim Sutisna, yang bersangkutan tidak bisa ditemui. Ponselnya pun tidak aktif. (Yoto)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!