Petugas Temukan Indikasi Makanan dan Minuman Kadarluasa di Lotte Mart Bekasi Junction

BEKASI Redaksi.co.id Bulan Ramadhan, umumnya banyak prodak makanan yang dikemas menjadi bentuk parcel. Isinya pun banyak pilihan mulai dari cemilan makanan dan alat rumah tangga.Namun tak...

68 0

BEKASI Redaksi.co.id Bulan Ramadhan, umumnya banyak prodak makanan yang dikemas menjadi bentuk parcel. Isinya pun banyak pilihan mulai dari cemilan makanan dan alat rumah tangga.

Namun tak jarang, makanan kadarluasa ditemukan di dalam kemasan tersebut. Masyarakat pun diminta hati~hati memilih prodak sebelum membeli.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Desperindangkop) kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak). Kali ini untuk memastikan tidak adanya penjualan produk makanan dan minuman yang sudah melebihi masa berlakunya (expired) di pasar modern.

Dikatakan Kabid Perdagangan Desperindangkop, Herbert Panjaitan, Sidak ini dilaksanakan di beberapa titik di Kota Bekasi, seperti Lotte Mart Bekasi Junction, BLU Plaza, Bekasi Square, Grandmall, Groserindo dan beberapa titik seperti pasar modern lainnya.

Di Lotte Mart Bekasi Junction, petugas menemukan seperti bumbu instan, madu dan ikan tidak memiliki kode produksi.

“Tolong ini barang-barang yang tak memiliki tanggal produksi dimasukim ke gudang,” kata Kabid Perdagangan Herbert Panjaitan, Rabu (01/07/2015).

Petugas pun, menyusuri rak barang lainnya memastikan peredaran makanan kadarluasa tidak beredar. Tak hanya di Lotte Mart Bekasi Junction, petugas pun sidak ke Groserindo Carrefour Jl. Cut Mutia Bekasi Timur. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan barang yang tidak mencantumi kode produksi.

“Ini ada minumam kemasan kelapa dan daging, kita curigai tidak mencantumi kode produksi. Kita minta pengelola mal harus teliti dengan barang-barang ini,” tegas Herbert.

Dalam sidak tersebut, Herbert menemukan beberapa produk-produk yang di jualkan telah rusak dan tidak memliki legalitas pembuatan produknya. Salah satu Kepala Bagian Lotte Mart, Parlin Naibaho diperintahkan untuk menarik produk yang rusak dan tidak di ketahui legalitasnya tersebut.

Tadi saat sidak kita menemukan puluhan botol berisi madu dan sejumlah gula batu yang dikahwatirkan kadaluarsa, dan kemasan yang rusak. Selain itu kami juga tidak mengetahui yang memproduksinya siapa? Makanya kita tarik aja, pungkasnya saat hendak melanjutkan sidak ke tempat lain.

Menurut Parlin, perintah tersebut sangat baik yang dilakukan pemerintah Kota Bekasi. Pasalnya, yang dilakukan Desperindangkop adalah bentuk kepedulian kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Kita merasa diperhatiin dan diawasi. Oleh karena itu atas perintah pak Herbert tadi, saya langsung menyuruh anak buah saya untuk mengangkut barang tersebut,tutupnya.

Masyarakat pun diminta waspada saat membeli prodak makanan, agar teliti melihat kode kadarluasa. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!