Soal Polemik Pelabuhan Tanjung Bonang, Bupati Rembang Dinilai Tidak Tegas

REMBANG Redaksi.co.id - Pemkab Rembang dan PT Rembang Bangit Sejahtera Jaya (RBSJ) yang sedianya akan hadir pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan yang digelar PT Pelabuhan...

42 0

REMBANG Redaksi.co.id – Pemkab Rembang dan PT Rembang Bangit Sejahtera Jaya (RBSJ) yang sedianya akan hadir pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan yang digelar PT Pelabuhan Rembang Kencana (PRK) selaku badan usaha pelabuhan yang ditunjuk sebagai pengelola Pelabuhan terminal Tanjung Bonang, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke, ternyata tidak dapat hadir.

Namun, meski tanpa kehadiran pihak Pemkab Rembang dan PT RBSJ selaku pemegang saham pelabuhan 15 persen di perseroan PT PRK, RUPS akhirnya tetap digelar oleh PT Bangun Arta Kencana (BAK) yang memiliki saham 85 persen di PT PRK.

Komisaris PT PRK, Mindo Herbert Sitorus dalam siaran persnya menyebutkan telah melayangkan undangan pada Bupati Rembang Abdul Hafidz dan juga direksi PT RBSJ pada tanggal 30 juni kemarin. Namun, setelah dihubungi bupati rembang meminta RUPS tetap digelar meski tanpa kehadiran Pemkab dan pemegang saham PT RBSJ.

RUPS ini sebenarnya sudah terlalu lama ditunda, sebagaimana amanah yang tertuang di RUPS-luar biasa PT PRK tanggal 27 Januari 2014. Ini dikarenakan direkur PT RBSJ beralasan menunggu hasil audit keuangan yang disusun akuntan publik. Padahal, hasil audit yang ditunjuk sendiri PT PRK prilestiyo telah keluar, ungkapnya.

Menurut Mindo, PT BAK yang memiliki saham 85 persen di PT PRK akhirnya melanjutkan rapat dengan kewenangan sebesar 2/3 dari kepemilikan saham di PT PRK yang merupakan badan usaha pelabuhan sebagaimana diatur pada UU no 40 tahun 2007 tentang perseroan.

Dari hasil RUPS, Mindo menyebutkan ada tiga rekomendasi yang telah diagendakan, di antarnya meminta laporan pertanggungjawaban direksi, terutama dari Perilestiyo selama ini dipercaya oleh pemegang saham sebagai direktur PT PRK.

Hingga saat ini kami masih menunggu laporan Pertanggungjawabnya sebagai direktur PT PRK, tegasnya.

Selain itu hasil RUPS juga mengagendakan pergantian Prilestiyo sebagai direktur PT PRK dengan pertimbangan yang bersangkutan agar dapat berkonsentrasi dalam jabatannya sebagai direktur PT RBSJ. Rapat juga mengagendakan RUPS luar biasa dengan agenda membahas seluruh persoalan pelabuhan Umum di Sluke dan meminta PT RBSJ selaku pemegang saham untuk menunjuk perwakilan untuk memasukan dalam jajaran pengurus PT PRK, terangnya.

Secara khusus Mindo pun menyebutkan pihaknya akan patuh dan mengikuti peraturan dan perijinan operasional, pihaknya pun siap transparan membeber hasil investigasi khusus yang telah pihaknya lakukan. Kami pun berharap pihak Pansus pelabuhan DPRD Rembang bisa segera menyelesaikan persoalan tentang pelabuhan, agar yang ngaku-ngaku sebagai investor bisa segera jelas, sebab jika harus menunggu sampai dua tahun lamanya tentu akan merugikan kami selaku investor, ujarnya.

Sementara ituKoordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat Bambang Wahyu Widodo menganggap Pemkab Rembang tidak serius menangani kasus pelabuhan yang berlarut larut dan tak kunjung selesai hingga saat ini.

Dia menilai Bupati Rembang Abdul Khafidz tidak tegas dan seakan tutup mata menyikapi polemik pelabuhan terminal Tanjung Bonang Sluke yang sudah jelas dalam pembangunan hingga pengelolaannya merugikan Pemkab. Pasalnya, kendati beberapa kali pansus digelar dan dalam pansus terungkap pengakuan sejumlah kejanggalan dan dugaaan terjadinya korupsi baik dalam pembangunan dan pengelolaannya, Bupati Rembang terkesan diam dan tutup mata tidak segera mengambil langkah dan sikap tegas terutama pada PT RBSJ sebagai owner Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke.

“Kalau tidak bisa segera mengambil ketegasan menurut saya lebih baik Bupati mundur saja tak perlu menunggu masa jabatannya berakhir,tegasnya.

Atas kondisi itu Bambang mendesak aparat penegak hukum baik Polres maupun Kejaksaan yang selama ini mengikuti dan mengahdiri serta mengawal jalannya pansus yang membahas polemik pelabuhan di kantor DPRD Rembang. “Setelah memperolah data lengkap segera ambil tindakan tegas,pintanya. (Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!