Warga Rembang Temukan 4 Titik Semburan Gas Alam

REMBANG ( Redaksi.co.id com) - Empat titik semburan gas alam yang diduga bercampur minyak ditemukan warga sekitar tepi sungai lereng pegunungan Desa Jatisari, Kecamatan Sluke. Meski semburan...

23 0

REMBANG ( Redaksi.co.id com) – Empat titik semburan gas alam yang diduga bercampur minyak ditemukan warga sekitar tepi sungai lereng pegunungan Desa Jatisari, Kecamatan Sluke. Meski semburan belum mengkhawatirkan, warga setempat berharap Pemkab segera menindak lanjuti temuan tersebut.

Forum Komunikasi Sejarah Lasem (Fokmas), Ernantoro yang telah ke lokasi munculnya semburan gas mengungkapkan semburan berwarna hitam pekat seperti bau minyak berada di bebatuan sekitar 50 meter di atas sungai lerang pegunungan Jatisari.

Awalnya kami dihubungi warga setempat namanya pak Nasukah. Kemudian pada hari minggu (28/6) pagi kami cek ke lokasi ternyata benar memang ada semburan gas yang berbau seperti minyak,ungkap Toro, Jumat 3 Juli 2015

Lebih lanjut Emantoro menyebutkan setidaknya di lokasi itu ada empat titik semburan kecil yang muncul di bawah bebatuan, namun yang telah digali warga selebar 50 centimeter hanya salah satu titik, selebihnya masih di bawah bebatuan.

Ada empat semburan, namun hanya satu yang kami lihat selebihnya hanya terdengar suaranya saja seperti air mendidih,ungkapnya.

Menurutnya, lokasi semburan memang belum mengkhawatirkan lantaran semburan masih kecil dan lokasinya jauh dari pemukiman warga. Namun, menurut penuturan warga setempat akibat semburan gas tersebut pernah menyebabkan kambing warga setempat mati karena di duga menghirup gas tersebut.

Setelah kami lihat kami langsung menutupnya lagi dengan batu, karena kami khawatir terjadi apa-apa. Rencana kami akan berkonsultasi dengan ESDM sekaligus berharap nantinya bisa ditindaklanjut soal kandungan gas bercampur minyak tersebut, bebernya.

Terpisah, MH Kholil bekas pemilik lahan di lokasi munculnya semburan gas menyebutkan sebenarnya tanda-tanda semburan gas sudah lama. Bahkan, menurutnya lokasi munculnya semburan itu mendapat julukan Banyu Umup atau Air mendidih.

“Tapi memang kami belum ada yang berani menggalinya, karena khawatir terjadi apa-apa. Apalagi dulu ada ternak warga yang mati di sekitar lokasi, katanya.

Mbah Kholil berharap temuan tersebut bisa ditindaklanjuti agar kandungan gas tersebut bisa diketahui secara pasti.

Setidaknya agar warga tahu, bahaya atau tidak lokasi tersebut. Sebab di sekitar lokasi banyak binatang ternak, ungkapnya. (Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!