Di Bekasi, Sebanyak 14.000 Kendaraan Bermotor Belum Bayar Pajak

BEKASI Redaksi.co.id Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) mencatat, hingga akhir Juni 2015 ada sekitar 14.000 kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak lebih dari...

10 0

BEKASI Redaksi.co.id Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) mencatat, hingga akhir Juni 2015 ada sekitar 14.000 kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak lebih dari dua tahun.

Padahal, pihaknya menargetkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp. 1,7 triliun per tahun.

“Tunggakan ini kebanyakan untuk kendaraan roda dua,” kata Kasi Pajak Samsat Kota Bekasi, M Fajar Ginanjar, Sabtu (04/07/2015).

Dia mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar operasi bagi kendaraan yang menunggak pajak. Di Kota Bekasi ada sekitar 1,2 juta kendaraan bermotor.

Operasi yang diberi nama Penertiban Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) ini melibatkan Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi Kota, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bekasi dan pihak terkait lainnya.

“Bagaimana mau tercapai target pemasukan pajak kendaraan, karena saat ini masih ada ribuan yang belum melunasi pajak,” katanya.

Dia berharap, dengan menggelar operasi tersebut mudah-mudahan target pemasukan PKB dapat terealisasi.

Sementara itu, bagi pemilik kendaraan roda dua dan empat yang melakukan mutasi ke Kota Bekasi, di bebaskan bea balik nama (BBN).

Menurut Fajar, ketentuan ini sudah berlaku sejak 1 Juli hingga 31 Desember 2015 mendatang. Dia mengatakan, langkah ini merupakan upaya memberi kesempatan kepada masyarakat yang masih memiliki kendaraan di luar Kota Bekasi untuk di daftarkannya pada Samsat Kota Bekasi.

Pembebasan biaya BBN tersebut sesuai Peraturan Gubernur Jawa Barat 64 / 2015 tentang Pembebasan Pokok dan Sanksi Administratif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

“Pembebasan bea balik nama ini berlaku untuk kendaraan bekas maupun kendaraan dari luar daerah. Masyarakat yang membeli kendaraan second bisa balik nama dengan menggunakan nama sendiri tanpa dikenakan biaya,” imbuhnya. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!