Supporter PSIS dan Persis Terlibat Bentrok, Final Piala Polda Jateng Dihentikan

SEMARANG (wartameredeka.com) - Pertandingan final sepakbola memperebutkan piala Polda Jateng antara PSIS dan Persis pada Sabtu malam (4/7/2015) terpaksa dihentikan pada menit ke-27. Hal itu dilakukan karena...

11 0

SEMARANG (wartameredeka.com) – Pertandingan final sepakbola memperebutkan piala Polda Jateng antara PSIS dan Persis pada Sabtu malam (4/7/2015) terpaksa dihentikan pada menit ke-27. Hal itu dilakukan karena ribuan supporter dari dua kubu terlibat bentrok dan saling lempar.

Sejak pertandingan yang digelar di Stadion Jatidiri Semarang itu dimulai pukul 21.00, petugas kepolisian sudah melakukan pengamanan ketat, mobil water cannon pun disiagakan.

Pertandingan berlangsung dengan iringan yel-yel saling ejek antara dua kelompok supporter. Kemudian di menit ke-26, striker PSIS bernomor punggung 10, Johan Yoga menciptakan gol ke gawang tim tamu dengan sundulan.

Suporter PSIS pun merayakannya dengan menyalakan kembang api. Di tribun Barat, suporter Persis juga tidak mau kalah, tapi ada kembang api yang dilemparkan ke tribun VIP. Kericuhan mulai terjadi dan semakin menjadi, tidak hanya kembang api, mereka saling lempar benda-benda keras lainnya seperti batu dan paving. Sejumlah penonton dan wartawan sempat terkena lemparan benda-benda dari suporter.

Pertandingan pun terpaksa dihentikan setelah polisi, penyelenggara, dan dua pihak tim berunding. Para pemain segera dikawal masuk ke ruang ganti. Aparat kepolisian kemudian segera melakukan penanganan termasuk dengan menggunakan water cannon dan gas air mata. Sejumlah supporter pun turun ke lapangan untuk menghindari lemparan.

Tidak hanya penonton, Asisten wasit Sutikno dan sejumlah polisi juga terkena lemparan benda tumpul. Sutikno terkena di bagian belakang kepala dan sempat tergeletak di pinggir lapangan. Pertolongan tim medis segera diturunkan, namun beberapa korban lemparan ada yang dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Bagian Operasional Polrestabes Semarang, AKBP Wawan Kurniawan mengatakan kondisi yang tidak memungkinkan membuat pertandingan dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan.

“Kondisinya seperti ini, tidak memungkinkan, pertandingan dihentikan dan ditunda,” kata Wawan.

Supporter Pasoepati Solo kemudian dipaksa dibubarkan dan dipulangkan dengan pengawalan polisi. Setelah beberapa lama, supporter di stadion berhasil dikendalikan agar segera keluar, namun bentrok sempat berlanjut di Jalan Jatingaleh atau akses pulang supporter Pasoepati hingga Minggu (5/7) dini hari.

GM PSIS, Khairul Anwar dihentikannya pertandingan merupakan solusi terbaik. Menurutnya salah satu faktor terjadinya kerusuhan karena penonton yang membludak. Supporter Pasoepati yang dijatah 2 ribu kursi pun melebihi kapasitas.

“Supporter Persis kelebihan kuota sehingga dijadikan satu dengan supporter PSIS,” kata Khairul.

“Sampai kapan ditunda, kita serahkan ke penyelenggara,” imbuhnya.

Para Supporter Persis sempat tertahan di Kota Semarang karena khawatir dengan aksi sweeping plat AD yang dilakukan. Pemain Persis pun menunggu pulang dengan pengawalan ketat dari kepolisian.

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!