Cile Juara Copa America; Tundukkan Argentina 4-1 lewat Drama Adu Penalti

SANTIAGO Redaksi.co.id - Cile berhasil meraih gelar Copa America setelah mengalahkan Argentina pada laga final di Estadio Nacional Julio Martinez, Sabtu atau Minggu (5/7/2015) dini hari WIB....

32 0

SANTIAGO Redaksi.co.id – Cile berhasil meraih gelar Copa America setelah mengalahkan Argentina pada laga final di Estadio Nacional Julio Martinez, Sabtu atau Minggu (5/7/2015) dini hari WIB. Cile menang 4-1 melalui drama adu penalti, setelah pada waktu normal plus tambahan waktu tak ada gol yang tercipta.

Alexis Sanchez menjadi penentu kemenangan Cile dalam drama menegangkan tersebut setelah mengecoh kiper Sergio Romero. Sedangkan di kubu Argentina, hanya Lionel Messi yang berhasil mencetak gol sedangkan dua penendang lainnya, Gonzalo Higuain dan Ever Banega, tak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Kiper Cile, Claudio Bravo mengungkapkan bahwa pengalaman di Brasil tahun lalu membantu Chile memenangi adu penalti kali ini. Tim besutan Jorge Sampaoli sudah belajar dari pengalaman gagal adu penalti saat melawan Brasil di babak 16 besar.

Dalam pertandingan di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, pada 28 Juni lalu, mereka takluk 2-3. Kala itu, dua eksekutor pertama Chile, Mauricio Pinilla dan Sanchez, gagal menyarangkan bola ke dalam gawang. Pengalaman itulah yang menjadi patokan Bravo menghaapi adu penalti kali ini.

“Kami mempunyai pengalaman dari Piala Dunia. Saya mengatakan pada rekan-rekan setim, bahwa mereka akan gagal dalam dua penalti, dan kami akan menang,” ujar Bravo di situs resmi Copa America.

Bravo juga mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan impiannya yang menjadi kenyataan.

“Saya selalu bermimpi bisa mengangkat piala Copa di sutau hari. Ini merupakan momennya. Kami harus meninggalkan sejarah negatif. Ini didedikasikan untuk seluruh masyarakat Chile,” ungkap kiper milik Barcelona itu.

Ini gelar pertama Cile dalam 99 tahun sejarah Copa America dan dari lima kali tampil di final setelah 1955, 1956, 1979 dan 1987. Sedangkan bagi Argentina, yang 14 kali menjuarai event ini, lagi-lagi harus menunda keinginan mengakhiri paceklik gelar internasional dalam 22 tahun terakhir. Sebelumnya, mereka pun gagal di final Piala Dunia Brasil tahun lalu karena kalah 0-1 dari Jerman.

Duel dua tim yang ingin mengakhiri paceklik gelar internasional ini berlangsung ketat sejak wasit Wilmar Roldan membunyikan peluit kick-off. Cile, yang berstatus tuan rumah, langsung menggebrak dengan serangan berbahaya.

Pada menit ke-13, Arturo Vidal memberikan ancaman setelah menerima umpan Alexis Snchez. Beruntung, kiper Sergio Romero sangat sigap mengantisipasi sehingga selamatlah gawang Argentina.

Setelah itu, Cile terus berusaha menguasai pertandingan. Peluang kembali diperoleh Eduardo Vargas pada menit ke-22, tetapi tendangannya masih di atas mistar gawang.

Argentina pun sempat membuat publik tuan rumah terhenyak, ketika sundulan Sergio Aguero dari dalam kotak penalti pada menit ke-20 mengarah ke mulut gawang. Claudio Bravo pun bereaksi dengan bagus untuk menghalaunya.

Pada menit ke-29, Argentina kehilangan Angel di Maria yang mengalami cedera. Pelatih Gerardo Martino memainkan Ezequiel Lavezzi.

Hadirnya pemain Paris Saint-Germain ini cukup memberikan efek karena di pengujung paruh pertama Argentina melancarkan serangan dari sayap kiri lewat Javier Pastore. Bola yang diumpan ke mulut gawang disambut Lavezzi, tetapi lagi-lagi Bravo membuat penyelamatan gemilang dengan mengebloknya. Babak pertama berakhir 0-0.

Pada paruh kedua, Cile tetap mendominasi, terutama lewat serangan dari sayap kanan. Tetapi, lagi-lagi lemahnya penyelesaian akhir tak menghasilkan gol, termasuk tendangan voli Sanchez yang masih melebar.

Argentina sempat mengoyak jala Cile pada menit ke-87 lewat tendangan Lavezzi. Sayang, wasit menganulirnya karena saat menerima umpan dari Messi, Lavezzi sudah dalam posisi offside. Di pengujung laga pun, Argentina kembali mendapatkan peluang tetapi sontekan Higuain menyambut umpan silang Lavezzi hanya mengenai sisi kiri gawang Bravo. Alhasil, pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Selama 2×15 menit babak perpanjangan, tetap tak ada gol yang tercipta. Pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Dalam drama tersebut, Cile tampil sangat percaya diri. Empat penendangnya, yang dimulai dari Mati Fernndez, disusul Arturo Vidal, Charles Aranguiz dan Alexis berhasil mengoyak jala Romero.

Sebaliknya, Argentina tak berdaya menghadapi adu tendangan penalti ini. Setelah gol Messi, pasukan Albiceleste justru melempem karena tendangan Higuain melayang dan eksekusi Banega di sisi kiri gawang bisa dihalau Bravo. Cile pun menang 4-1.

Susunan pemain:

Cile: 1-Claudio Bravo; 4-Mauricio Isla, 5-Francisco Silva, 17-Gary Medel, 15-Jean Beausejour, 20-Charles Aranguiz, 21-Marcelo Diaz, 8-Arturo Vidal, 10-Jorge Valdivia (Mati Fernndez 75); 7-Alexis Snchez, 11-Eduardo Vargas (ngelo Henrquez 95)
Pelatih: Jorge Sampaoli

Argentina: 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 15-Martin Demichelis, 17-Nicolas Otamendi, 16-Marcos Rojo; 6-Lucas Biglia, 14-Javier Mascherano, 21-Javier Pastore (Ever Banega 81);10-Lionel Messi, 7-Angel Di Maria (Ezequiel Lavezzi 29), 11-Sergio Aguero (Gonzalo Higuan 74)
Pelatih: Gerardo Martino

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!