Ratusan Ton Mesin Pabrik Semen Bersandar di Tanjung Bonang, DPRD Jateng Pertanyakan Masih Adanya Aktivitas

1197

REMBANG Redaksi.co.id – Meski belum beroperasi secara resmi alias belum berijin, aktivitas bongkar muat di pelabuhan Rembang terminal Sluke terus berlanjut. Bahkan belum lama ini, pelabuhan setempat melayani jasa bongkar muat mesin untuk pembangunan pabrik semen di Rembang. Aktivitas bongkar muatan mesin di Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke yang masih dalam polemik dan di-Pansuskan itu menjadi sorotan DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Tak tanggung-tanggung, jumlah muatan “Main Equipment (for Rembang Project PT Semen Gresik)” yang tercatat dalam dalam dokumen bill of loading dan manifest, bobotnya mencapai 649,12 ton.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Abdul Aziz, yang mendapat informasi dari masyarakat, mengaku heran dengan adanya aktifitas bongkar-muat di pelabuhan Tanjung Bonang Sluke. Menurutnya dengan belum selesainya ijin operasional tentunya tidak boleh ada kegiatan bongkar apapun.

Ya bisa jadi di pelabuhan itu ada ijin khusus untuk kepentingan khusus, sehingga PT Semen Indonesia diperbolehkan melakukan aktivitas bongkar muatan di Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke. Tapi menurut saya, mengingat belum selesainya ijin oprasional sebaiknya PT Semen Indonesia menghindarinya,” tegasnya.

Berdasarkan informasi terpercaya yang diterima wartawan, beberapa hari yang lalu terpantau aktivitas bongkar muat di Pelabuhan terminal Tanjung Bonang Sluke paling ujung timur. Dermaga tersebut diketahui dikelola oleh PT Samudra Bahari Alam Persada, yang mengklaim memiliki ijin Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

Kapal tongkang milik Agen pelayaran PT Amarta Jaya Samudra, terlihat bersandar dan membongkar mesin-mesin besar milik PT Varia Usaha Dharma Segara Surabaya, untuk selanjutnya dikirim ke lokasi Proyek Pembangunan Pabrik Semen di Desa Kadiwono Kec Bulu milik PT Semen Indonesia.

Setelah sandar di Pelabuhan Tanjung Bbonang Sluke, puluhan mesin itu kemudian diturunkan dan diangkut menggunakan truk trailer khusus menuju pabrik semen di Desa Kadiwono Kecamatan Bulu lewat darat. Aparat kepolisian pun melakukan pengawalan, karena truk pengangkut mesin memakan separuh lebih ruas jalan pantura.

Terpisah, Corporate Secretary PT Semen Indonesia, Agung Wiharto saat dikonfirmasi belum dapat memastikan apakah mesin itu milik PT Semen Indonesia atau milik distributor atau rekanan. Pihaknya mengaku akan meminta klarifikasi dengan Kantor Project di Rembang. Namun dia menegaskan dalam pembangunan proyek selalu berkomitmen mematuhi aturan yang berlaku.

“Akan saya cek dulu ke Kepala Proyek. Yang pasti kalau pelabuhan itu tidak berijin, kami tidak akan berani (menggunakan jasa pelabuhan),” tegasnya.

Sementara itu, belum ada tanggapan dari Kepala Unit Pengelola Pelabuhan Kelas III Rembang Dodi Sambodo, saat dikonfirmasi melalui selulernya.(hasan)

loading...

Comments

comments!