Polri Geledah Rumah Perwira Polisi Pemeras Bos Karaoke di Bandung

BEKASI Redaksi.co.id Badan Reserse Kriminal dari Mabes Polri menggeledah kediaman seorang perwiranya, Pentus Napitu, perwira yang berpangkat Ajudan Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang berdinas di Direktorat Narkotika...

25 0

BEKASI Redaksi.co.id Badan Reserse Kriminal dari Mabes Polri menggeledah kediaman seorang perwiranya, Pentus Napitu, perwira yang berpangkat Ajudan Komisaris Besar Polisi (AKBP) yang berdinas di Direktorat Narkotika Bareskrim.

“Penggledahan dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB di Komplek Griya Agung Sentosa, Blok D I, No.4, RT05 RW04, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat,” ujar Djoko, Selasa (07/07/2015).

Pentus diduga terlibat kasus pemerasan atas seorang pemilik karaoke di Bandung, Jawa Barat. Kepala Sub Direktorat II Tipikor Bareskrim, Komisaris Jenderal Polisi Djoko Purwanto, mengatakan, penggeledahan di rumah perwira menengah itu untuk mencari barang bukti terkait kasusnya.

“Penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti lainnya terkait kasus yang tengah disidik,” kata Djoko

Penggeledahan dilakukan oleh sejumlah personel yang sudah berangkat menuju ke rumah Pentus.

“Ada lima yang melakukan penggeladan,” ucap Djoko.

Pentus tertangkap tangan saat tengah menerima suap dari pengusaha Fix Boutique Karaoke, Bandung. Ini dilakukan Pentus setelah dia bersama empat anak buahnya melancarkan aksi nakalnya, seolah tengah menggerebek dan menemukan narkotika di tempat itu.

Atas aksinya itu Pentus menerima duit Rp. 3 miliar dari pengusaha karaoke. Alih-alih memberikan uang damai, Pentus malah meminta lebih. Pengusaha karaoke itu pun lantas membelikan sebuah mobil Fortuner.

Tapi, lagi-lagi Pentus merasa tak puas, hingga kembali meminta uang damai kepada pengusaha tersebut.

Namun, aksi Pentus tertangkap tangan lantaran pemilik karaoke sudah melaporkan aksi nakal Pentus ke Bareskrim Polri.

Pentus saat ini ditahan di penjara Bareskrim sejak Jumat (26/06/2015). Dan Polri juga mencopot jabatan Pentus di Direktorat Tindak Pidana Narkotika Badan Reserse Kriminal Polri. Ini merupakan putusan dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).

Sebelumnya, pemeriksaan dilakukan oleh Biro Pengamanan Internal (Paminal) Mabes Polri. Pemeriksaan internal itu di lakukan untuk mengetahui sanksi yang akan di jatuhkan Polri terhadap Pentus. (Agus/Nurdin)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!