Kadisbangkim Bersikap Arogan Kepada Wartawan, Tak Patuh Dengan Himbauan Walikota Bekasi

476

BEKASI Redaksi.co.id Puluhan Wartawan Bekasi dari berbagai media cetak, online dan elektronik lokal dan nasional yang tergabung dalam Forum Jurnalis Bekasi, mengecam keras sikap arogansi Kepala Dinas Bangunan dan Permukiman atau Disbangkim Kota Bekasi terhadap salah seorang wartawan media online Gobekasi, Lukman ketika melakukan wawancara usai rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi, Rabu (8/7/2015).

Tindakan tersebut sontak membuat geram seluruh awak media yang mendengarnya. Bahkan mereka menuntut pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi itu untuk meminta maaf secara terbuka atas perbuatan yang di lakukannya.

Kami menyayangkan sikap Pak Dadang yang tidak menghormati wartawan ketika mewawancarainya. Padahal jika yang bersangkutan keberatan untuk menjawab pertanyaan wartawan, ya tidak perlu dijawab, dan jangan bersikap arogan dan menantang keributan, ujar Ivan salah seorang wartawan klikbekasi.com, Kamis (08/07/2015).

Disamping arogan, menurutnya Kadisbangkim kerap pilih kasih terhadap wartawan. Padahal, dalam Undang-undang Pokok Pers, semua wartawan memiliki hak yang sama dan mendapat kebebasan bertanya kepada siapapun, selagi berkaitan dengan informasi yang bersifat publik dan sifatnya tidak rahasia.

Apalagi pemerintah, tambahnya, telah mengesahkan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang secara substansi ialah mewajibkan seluruh penyelenggara pemerintahan untuk terbuka kepada masyarakat.

UU Pokok Pers dan KIP sudah jelas menjadi acuan bagi siapapun penyelenggara pemerintah untuk terbuka menyangkut informasi publik. Lantas alasan apa yang mendasari Kepala Disbangkim Kota Bekasi untuk bungkam dan menutupi informasi yang di butuhkan wartawan?, ungkapnya meminta kepada Walikota agar merekomendasikan pergantian Kepala Disbangkim Kota Bekasi.

Perlu diketahui, bahwa kejadian bermula ketika Lukman hendak mewawancarai Pejabat berinisial DG tersebut, terkait kasus matinya alat jenset pada gedung 10 lantai Pemkot Bekasi. Namun DG malah bertindak senonoh dan mengajak berkelahi wartawan yang mewawancarainya.

Saya sebelumnya bermaksud konfirmasi Pak DG terkait pengadaan mesin jenset gedung 10 lantai Pemkot Bekasi, namun ia bukan menjawab pertanyaan saya dan malah balik bertanya dengan sedikit emosi, terang Lukman.

Selain dengan nada emosi, menurutnya terdapat tindakan tidak senonoh yang di lakukan olehnya, yakni mendorong dadanya sambil mengucapkan kalimat yang mendiskreditkan dirinya.

Ia dengan emosi mendorong dada saya sambil mengatakan situ puasa?, katanya mengungkapkan kekecewaan atas sikap arogansi tersebut.

Padahal menurutnya, apabila yang bersangkutan enggan di konfirmasi atau tidak bersedia memberikan jawaban, hal tersebut baginya cukup untuk melengkapi pemberitaan yang akan dimuatnya.

Sekalipun ia tidak mendapat keterangan secara rinci atas materi berita yang disajikan.

Jika enggan menjawab, ya silahkan, itu kan hak prerogatifnya, tandasnya.

Atas tindakan tersebut, seluruh awak media yang bermukim di Media Center DPRD Kota Bekasi, meminta agar Walikota Bekasi untuk mencopot jabatan DG, karena tidak sejalan dengan himbauan Walikota Bekasi.

Walikota pernah berstatement kepada seluruh awak media dan menginstruksikan seluruh SKPD untuk kooperatif ketika wartawan membutuhkan informasi. Namun faktanya berbalik, apa yang di lakukan DG sama saja menantang pernyataan Walikota, kata Mikael, wartawan Bisnisbekasi.com. (Agus)

loading...

Comments

comments!