20 Korban Kebakaran PT Mandom, Cibitung, Kab Bekasi Dirawat di RSCM

568

BEKASI Redaksi.co.id Dua puluh korban ledakan di PT. Mandom, Cibitung, Kabupaten Bekasi telah masuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Jumat 10 Juli 2015. Para korban di ketahui mengalami luka bakar serius.

Dokter spesialis bedah plastik RSCM, Aditya Wardhana, mengatakan, korban mengalami luka bakar tepat di bagian muka.

“Semua (luka bakarnya) mengenai daerah muka. Korban, mengalami luka bakar berat antara 40 sampai 67 persen,” kata Aditya di depan ruang ICU RSCM, Jakarta Pusat.

Menurutnya, seluruh korban telah mendapatkan
penanganan. Namun, ia belum dapat memastikan berapa korban yang akan di rawat di RSCM.

“Sebagian penuh alat bantu nafas. Kita akan stabilisasi dulu. Nanti kita lihat perkembangan selanjutnya,” katanya.

Aditya belum dapat memastikan berapa lama waktu yang di butuhkan guna penyembuhan bagi para korban. Tapi, jika secara statistik, korban membutuhkan waktu dua minggu untuk masa penyembuhan.

Mayoritas korban yang di larikan ke RSCM berjenis kelamin perempuan. Dari data yang berhasil di himpun, sebanyak 15 korban berjenis kelamin perempuan dari usia 19 tahun sampai 46 tahun. Sedangkan lima korban lainnya berjenis kelamin laki-laki.

Berikut, adalah nama para korban yang dirawat di RSCM:

1. Sugeng Triono, 21
2. Hardianto, 24
3. Ery Wahyuni, 46
4. Yusni, 23
5. Musdalifah, 25
6. Nurul, 21
7. Wulandari, 20
8. Umi, 44
9. Kumeidi, 23
10. Rosidi, 49
11. Ikhwatul Kirom, 21
12. Siti Aisyah, 51
13. Teti Susanti, 22
14. Maria Ulfa, 23
15. Sumini, 46
16. Rani Setiawati, 20
17. Safina, 19
18. Kustiah, 20
19. Ny. Eko, 43
20. Yulianti, 42.

Keluarga korban pun juga terlihat bertumpuk di pelataran IGD RSCM menanti kondisi keluarganya yang menjadi korban ledakan di pabrik kosmetik PT Mandom Indonesia.

Sementara keluarga korban Kebakaran Maut tersebut mengaku bingung untuk bayar biaya Rumah Sakit.

Wardoyo (51), kakak dari Ery Wahyuni, salah
satu korban mengatakan, sampai saat ini belum mengetahui kondisi adiknya.

“Belum boleh masuk, jadi saya belum tahu kondisinya. Katanya masih dalam penanganan. Saya was-was kepingin tahu gimana keadaannya, jadi saya akan tetap tunggu di sini sama anggota keluarga yang lain,” katanya di depan ruang IGD RSCM.

Ia mengatakan masih menunggu kepastian dari pihak pabrik, terkait kebakaran yang menyebabkan adiknya menjadi korban tersebut. Ia meminta agar seluruh biaya pengobatan adiknya di tanggung secara penuh oleh pihak pabrik.

“Yah saya dan yang lain tentunya meminta pihak pabrik membiayai seluruh biaya pengobatan para korban, termasuk adik saya sampai sembuh total. Apalagi, adik saya ini rajin bayar asuransinya di kantornya itu,” ungkapnya.

Tapi, kata Wardoyo, sampai saat ini, pihak pabrik belum ada pembicaraan dengan para anggota keluarga korban terkait hal tersebut.

Tidak jauh berbeda dengan Wardoyo, Suharto (49) kakak dari Sumini, yang juga korban kebakaran mengatakan hal serupa dengan yang di ucap oleh Wardoyo. Katanya, sampai saat ini, belum ada pemberitahuan mengenai pembiayaan adiknya yang menjadi korban dari pihak perusahaan tempat adiknya bekerja tersebut. Saat ini, yang ia pikirkan hanyalah kesembuhan adiknya.

“Belum ada pemberitahuan tentang pembiayaan
pengobatan korban dari pihak pabrik. Yang saya harapkan sekarang hanya ingin adik saya cepat sembuh, penanganannya bagus. Sampai saat ini belum ada informasi karena kita belum boleh masuk mas,” sambungnya.

Secara terpisah, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta mengatakan, musibah ini juga menyebabkan lima korban meninggal dunia, dari hasil otopsi 5 korban tewas telah teridentifikasi yakni, 4 orang berjenis kelamin perempuan dan 1 orang laki-laki.

“Kebakaran di Mandom sudah di ketahui korban tewas, 4 perempuan dan 1 orang laki-laki,” kata Irjen Pol Tito Karnavian.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak mengatakan, tim DVI Polda Metro Jaya telah mengambil sa

loading...

Comments

comments!