Kabareskrim: Penetapan Tersangka Komisioner KY Bukan Kriminalisasi

148

JAKARTA Redaksi.co.id – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Pol Budi Waseso menegaskan penetapan tersangka komisioner Komisi Yudisial (KY) bukan tindakan kriminalisasi.

“Itu (anggapan kriminalisasi) biasa, dulu waktu saya dengan KPK juga dibilang kriminalisasi, seolah saya merekayasa,” kata Budi Waseso yang ditemui di sela-sela Sertijab Panglima TNI di Lapangan Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (14/7).

Tindakan Bareskrim Mabes Polri, menurutnya, semata-mata dilakukan atas dasar penegakan hukum murni. Pihaknya pun klaim sudah bekerja secara profesional atas dasar adanya laporan dan barang bukti.

“Saya bekerja profesional, penegakan hukum murni. Saya membela hak orang yang melapor dan terugikan, ini masih merupakan delik aduan,” tegas Kabareskrim.

Jika nantinya pelapor mencabut laporan, ditegaskan, pihaknya tidak akan mempermasalahkan. Bareskrim Mabes Polri sejauh ini hanya menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

“Misalnya nanti pelapor mencabut, tidak ada masalah. Saya tidak ada masalah. Saya hanya menjalankan tugas saja. Jangan dibawa Sarpin (hakim) yang mengadili praperadilan Budi Gunawan, tanpa melibatkan institusi atau lembaga apapun. Ini hanya penegakan hukum biasa,” ujarnya.

Terkait adanya desakan dari pemerintah untuk tidak melanjutkan kasus ini, menurut Kabareskrim sejauh ini pihaknya masih menetapkan status tersangka kepada dua komisioner KY.

“Sampai saat ini kami masih menetapkan dulu, tindak lanjutnya masih melihat waktunya, masih puasa dan mau Lebaran. Saya katakan, silakan saja (cabut laporan), karena ini delik aduan. Kami menunggu. Kalau dicabut ya selesai. Tidak ada rekayasa, kriminalisasi, tidak ada kepentingan dengan institusi atau lembaga. Silakan dilihat prosesnya, diawasi dan diikuti,” tandasnya.

loading...

Comments

comments!