Polri Resmi Tetapkan Gubernur Bengkulu Jadi Tersangka Kasus Korupsi

167

JAKARTA Redaksi.co.id – Bareskrim Polri akhirnya resmi menetapkan Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah sebagai tersangka kasus korupsi honor tim pembina rumah sakit umum (RSU) M Yunus Bengkulu tahun 2011. Maret lalu Polri sempat menyebut Junaidi sebagai tersangka lalu meralatnya hanya sebagai saksi, kini Junaidi telah diumumkan sebagai tersangka.

“Telah diputuskan dalam mekanisme gelar perkara bahwa saudara JH sebagai tersangka dalam kasus korupsi ini. Dia selaku Gubernur Bengkulu,” kata Kasubdit I Dirtipikor Kombes Adi Deriyan Jayamarta di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2015).

Menurutnya gelar perkara dilakukan bersama penyidik Polda Bengkulu dimana penyidik Polda Bengkulu sudah mengumpulkan keterangan dari 17 saksi dan empat ahli.

“Dari situ, akhirnya diputuskan saudara JH sebagai tersangka,” imbuh Adi yang menambahkan Junaidi jadi tersangka dugaan korupsi honor tim pembina rumah sakit umum (RSU) M Yunus Bengkulu tahun 2011.

Kerugian negara saat ini sedang dihitung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Namun estimasi kerugian negara yang bisa dimunculkan Rp 359 juta. Kerugian negara terjadi sebagai akibat penerbitan SK Z No 17 tahun 2011.

Kasus ini berproses dengan konsep joint investigation bersama dengan Polda Bengkulu. Pelaku dijerat Pasal 2 ayat 1 UU No 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2001.

Seperti diketahui pada 2011, Junaidi mengeluarkan surat keputusan (SK) No Z.17 XXXVIII tahun 2011 tentang pembinaan manajemen RSU M Yunus Bengkulu terkait honor tim pembina RSU tersebut.

Dalam tim tersebut terdapat nama sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu. SK itu bertentangan dengan Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Dewan Pengawas.

Berdasarkan permendagri tersebut, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tidak mengenal tim pembina. Kasus ini kemudian diusut Polda Bengkulu dan berhasil menetapkan beberapa tersangka, termasuk Direktur RSU M Yunus Bengkulu yang ketika itu dijabat Zulman Zuhri.

Bahkan, Zulman Zuhri telah divonis majelis hakim PN Bengkulu selama 2,5 tahun penjara. Demikian pula beberapa pejabat RSU setempat sudah divonis beberapa tahun penjara oleh PN Bengkulu. Akibat SK tersebut, negara diduga mengalami kerugian Rp 5,4 miliar.

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, Junaidi Hamsyah, masih sempat menggelar buka bersama dilanjutkan Salat Tarawih bersama SKPD di jajaran Pemprov setempat, bertempat di rumah dinas gubernur, Selasa (14/7) malam.

“Pak Gubernur Junaidi sudah ada di Bengkulu, dan malam ini menggelar buka puasa bersama dan Salat Tarawih bersama dengan para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemprov Bengkulu, bertempat di Gedung Daerah rumah dinas kediaman Gubernur setempat,” kata Kabag Informasi, Dishub dan Kominfo Bengkulu, Sri Hartika.

Ia mengatakan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri, Gubernur Junaidi berada di Jakarta dan Selasa sore kembali ke Bengkulu.
Namun, Sri tidak menjelaskan urusan Gubernur Junaidi ke Jakarta. Diduga keberangkatan Junaidi ke Jakarta pada Senin (13/7) memenuhi panggilan Mabes Polri sebelum ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa sore.

loading...

Comments

comments!