Spanduk Ilegal Banyak Melintang di Atas Jalan di Jalan Transyogi Kota Bekasi

BEKASI Redaksi.co.id Keberadaan spanduk di Jalan Raya Alternatif Cibubur atau Transyogi Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi dikeluhkan masyarakat.Selain dinilai merusak estetika jalan, maraknya spanduk yang melintang di...

15 0

BEKASI Redaksi.co.id Keberadaan spanduk di Jalan Raya Alternatif Cibubur atau Transyogi Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi dikeluhkan masyarakat.

Selain dinilai merusak estetika jalan, maraknya spanduk yang melintang di atas jalan itu juga bisa membahayakan pengendara sepeda motor. Misalnya, tali pengikat yang berada di salah satu sisi terputus, lalu spanduknya terjuntai di jalanan.

Hal ini menganggu pandangan pengendara motor, hingga berujung pada kecelakaan. Tak hanya itu, keberadaan spanduknya ini juga disinyalir ilegal, sehingga biaya pemasangannya tidak masuk ke kas pemerintah daerah.

Sebab spanduk-spanduk itu dipasang di tiang bersamaan dengan kabel listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Mayoritas spanduk itu berisi iklan properti. Jarak antara masing-masing spanduk berkisar 30 meter dan dipasang melintang dari tiang listrik yang berada di tepi jalan hingga ke batang pohon yang berada di pembatas jalan atau tengah jalan.

Padahal bila Spanduk itu melintang dengan ketinggian kira-kira empat sampai lima meter, sehingga bila ada truk sampah atau truk besar yang melintas di jalan itu, hampir mengenai bagian atasnya.

Kepala Dinas Pertamanan, Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum (DPPPJU) Kota Bekasi, Karto menegaskan spanduk yang berada di Jalan Raya Alternatif Cibubur adalah ilegal.

Karto mengatakan, tidak boleh ada bangunan, media informasi atau jaringan utilitas yang bisa menganggu keamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Hal ini mengacu pada Pasal 10 dari Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum nomor 20 tahun 2010 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan.

“Seperti spanduk yang melintangi jalan, itu telah menyalahi aturan dan perlu ditindak. Kalau mau masang spanduk, harusnya tidak melintangi jalan atau dipasang di pinggir jalan saja,” ujar Karto, Senin (27/07/2015).

Karto mengaku, telah menginstruksikan kepada seluruh camat di Kota Bekasi untuk mencopot spanduk-spanduk yang melintangi jalan. Selain dinilai menyalahi aturan, keberadaan spanduk yang tidak tepat juga bisa mengotori pemandangan jalan.

Menurutnya, yang berwenang untuk menindak spanduk itu adalah camat dan jajarannya. Sebab rekomendasi dan izin pemasangan spanduk ada di ranah camat setempat.

“Kecuali Pajak Reklame atau yang besar-besar baru masuk ke kita, tapi kalau spanduk biasanya itu ranah kecamatan,” kata Karto.

Sementara Camat Jatisampurna, Dinar Faizal Badar menyatakan, bakal kembali menertibkan spanduk-spanduk yang melintangi Jalan Raya Alternatif Cibubur atau Transyogi, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

Dinar mengklaim, telah berkali-kali menertibkan spanduk tersebut pada malam hari. Hal ini dilakukan agar tidak menganggu arus lalu lintas kendaraan di jalan itu.

“Berdasarkan saran dari kepolisian, penertiban dilakukan malam hari karena kalau siang bisa menganggu arus kendaraan,” kata Dinar.

Dinar juga mengaku resah dengan adanya spanduk itu. Oleh karenanya, dia telah mengerahkan beberapa personel di lapangan guna mengawasi adanya pemasangan spanduk.

Akan tetapi, pemasang spanduk selalu memanfaatkan kelengahan petugas saat berjaga di lokasi itu.

“Petugas kami selalu kucing-kucingan dengan mereka. Setiap ada spanduk, pasti malam harinya kami tertibkan,” katanya. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!