Pansus Pelabuhan akan Panggil Pimpinan Project PT Semen Indonesia di Rembang

REMBANG Redaksi.co.id Pansus DPRD Rembang yang membahas soal polemik pelabuhan Rembang terminal Tanjung Bonang Sluke berencana akan melayangkan surat kepada Pimpinan Project PT Semen Indonesia di Rembang....

34 0

REMBANG Redaksi.co.id Pansus DPRD Rembang yang membahas soal polemik pelabuhan Rembang terminal Tanjung Bonang Sluke berencana akan melayangkan surat kepada Pimpinan Project PT Semen Indonesia di Rembang. Pemanggilan tersebut dilakukan guna mengklarifikasi adanya aktivitas jasa bongkar muat mesin untuk pembangunan pabrik semen di Pelabuhan Sluke yang masih berpolemik hingga saat ini.

Ketua Pansus Puji Santoso saat dikonfirmasi mengatakan pemanggilan pimpinan project PT Semen Indonesia di Rembang dilakukan untuk mengklarifikasi adanya pengiriman ratusan ton mesin- mesin pembuat semen yang di kirim dari pelabuhan Jawa Timur menggunakan kapal tongkang yang kemudian di bongkar di pelabuhan Tanjung Bonang Sluke. dan dikirim ke Desa Kadiwono Kecamatan Bulu melalui jalan darat menggunakan
kendaraan /truk khusus.

Belum lama ini tim pansus telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tapak pembangunan pabrik semen di Desa Kadiwono Kecamatan Bulu untuk memastikan apakah mesin -mesin itu benar benar milik PT Semen Indonesia atau bukan. Saat kami
sampai di lokasi kami melihat mesin- mesin pabrik ada di tapak pembangunan pabrik semen. Kondisinya mesin
persis sama yang dibongkar di pelabuhan Tanjung Bonang.
Namun guna memastikan kebenaran itu tentunya pansus
juga harus mengklarifikasi pihak terkait,” terang Puji, Selasa (27 Juli 2015).

Lebih lanjut Puji Santoso mengatakan untuk mendapatkan kebenaran itu dalam waktu dekat ini Pansus akan melayangkan surat pemanggilan kepada pihak pimpinan project pabrik semen di Rembang untuk memberikan keterangan adanya aktivitas bongkar mesin di pelabuhan Tanjung Bonang tersebut.

Sementara itu dihubungi terpisah sekretaris PT Semen Indonesia, Agus Wiharto menyatakan, pengiriman barang milik perusahaan selama ini dilakukan oleh pihak ketiga. Sehingga, ia masih belum bisa memastikan apakah barang kiriman milik PT Semen Indonesia diturunkan di Tanjung Bonang atau tidak.

Saya perlu mengecek ke penanggung-jawab pengiriman. Karena pengiriman barang selama ini dilakukan oleh pihak ketiga, jadi saya tidak tahu, benar tidak pihak ke tiga mengirim mesin mesin itu melalui pelabuhan Sluke,terangnya.

Menanggapi adanya persoalan Pelabuhan tersebut Kordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (LeSpEm) Bambang Wahyu Widodo melihat ada kejanggalan dan banyak menimbulkan pertanyaan berbagai kalangan, pasalnya pengoperasian pelabuhan yang masih berjalan hingga saat ini statusnya tidak jelas.

Siapa yang mengelola pelabuhan tersebut ? Apakah pengelola bisa disebut pemegang BUP (Badan Usaha Pelabuhan)? Sehingga dengan seenaknya mengusahakan pelabuhan seperti perusahaan pribadi,terangnya.

Bambang berharap Pansus DPRD Rembang yang membahas soal polemik pelabuhan tidak hanya memanggil pihak pimpinan project PT Semen Indonesia di Rembang saja, tapi pansus juga perlu memanggil aparat kepolisian yang seharusnya juga ikut berperan mengurai persoalan pelabuhan itu.

Harusnya jangan diam saja, kalau diam aparat kepolisian terkesan di mata masyarakat mendapatkan sesuatu. Yang perlu diingat masyarakat tidak selamanya bisa terbodohi,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akhir Juni lalu disiyalir terjadi aktivitas bongkar barang dari sebuah kapal di Tanjung Bonang. Saat itu, jumlah muatan yang tercatat dalam dokumen bill of loading dan manifest mencapai bobot 649,12 ton. Muatannya, adalah mesin dan tertera tujuan barang adalah PT Semen Indonesia project Rembang. (Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!