Uji Lab Ruang Sekda Kota Bekasi Yang Terbakar Belum Dipublikasikan

BEKASI Redaksi.co.id Hasil laboratorium forensik penyebab kebakaran ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi hingga kini belum di publikasikan oleh pihak terkait.Tim peneliti dari Pusat Penelitian dan...

23 0

BEKASI Redaksi.co.id Hasil laboratorium forensik penyebab kebakaran ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi hingga kini belum di publikasikan oleh pihak terkait.

Tim peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah mengambil sampel di bangunan Sekda Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji yang terbakar pada April lalu.

Hingga tiga bulan berlalu, hasil cek fisik dari bangunan itu belum muncul. Padahal tim peneliti saat mengambil sampel bangunan pada Senin, 27 April lalu menyatakan hasil cek fisik akan keluar dua bulan mendatang atau bulan Juni.

“Maaf, hasilnya baru ada pada Jumat (31/07/2015) depan,” kata Maryoko Hadi, peneliti dari Puslitbang Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Selasa (28/07/2015).

Maryoko mengatakan, karena hasil uji laboratorium ruang Sekda Kota Bekasi belum keluar, maka pihaknya tidak bisa menyimpulkan apakah bangunan itu masih layak digunakan atau tidak.

Adapun pengecekan ini bertujuan untuk menentukan langkah selanjutnya terkait bangunan tersebut. Karena bagaimanapun juga, rencana perbaikan atau pembangunan ulang, harus mendapat rekomendasi dari tim ahli.

Dan Maryoko membantah proses pengecekan konstruksi bangunan molor dari jadwal yang ditentukan.

Dia berdalih, dua bulan waktu pemeriksaan laboratorium, dihitung sejak tim melakukan uji detail konstruksi pada 16 Juni. Sehingga bila hasil itu keluar pada Juli ini, maka proses pengecekan bangunan memakan waktu 1,5 bulan.

Lantaran bangunan itu belum diperbaiki, orang nomor tiga di Kota Bekasi itu kini masih menumpang di ruang Asisten Daerah (Asda) II Pemkot Bekasi.

Ruangannya masih berada di lingkungan yang terbakar, yakni di lantai dasar Gedung Walikota Bekasi. Hanya saja ruangannya berada di sebelah timur bangunan berlantai dua itu.

Ruang Sekda Kota Bekasi yang berada di lantai dua dalam keadaan tertutup rapat. Hampir seluruh bagian plafon di ruang itu tampak jebol, sehingga konstruksi bangunan berupa baja ringan terlihat jelas.

Tidak ada larangan atau garis pembatas di kawasan itu, sehingga masyarakat atau pegawai banyak yang melintas di lobby atas. Padahal bangunan itu bisa membahayakan warga, bila konstruksi bangunan mendadak ambruk.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi Kota, Ajun Komisaris Siswo mengatakan, dari hasil pemeriksaan polisi, ruang Sekda Kota Bekasi terbakar akibat adanya korsleting listrik yang bisa menimbulkan percikan api. Percikan itu lalu menyambar material yang mudah terbakar, seperti kertas dan gorden jendela. Dengan cepat api membesar.

Saat kejadian, Rayendra sedang berada di luar kantor. Makanya tak heran bila pegawai baru mengetahui insiden kebakaran ini, ketika api sudah membesar dari sela-sela ruang Sekda Kota Bekasi.

“Tidak ada unsur kesengajaan dari insiden ini. Kebakaran murni karena adanya korsleting listrik,” kata Siswo.

Sementara itu, Asisten Daerah I (Asda I) Kota Bekasi, Makbullah mengatakan pemerintah berencana memperbaiki bangunan itu pada akhir tahun ini.

Biaya perbaikan, kata dia, akan dimasukan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Bekasi pada Oktober mendatang.

“Rencana memang akan diperbaiki, tapi kita masukan dulu dalam APBD-P terkait biaya perbaikannya,” pungkas Makbullah. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!