Edi Susiono, Mantan Kades Tegalwah, Terpidana Kasus Korupsi, Diringkus Aparat Kejaksaan

REMBANG Redaksi.co.id - Edi Susiono (52 th) mantan Kepala Desa Tegalwah, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, terpidana kasus korupsi yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), akhirnya ditangkap aparat...

50 0

REMBANG Redaksi.co.id – Edi Susiono (52 th) mantan Kepala Desa Tegalwah, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, terpidana kasus korupsi yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), akhirnya ditangkap aparat kejaksaan tanpa perlawanan di kediamannya pada Rabu pagi (29 Juli 2015).

Terpidana yang kala itu juga menjabat Ketua KUD Margo Santoso Gunem, pada tahun 2006 telah divonis oleh Pengadilan Negeri Rembang. Namun dia berupaya banding dan hasilnya dinyatakan bersalah. Selanjutnys di tingkat kasasi juga dinyatakan bersalah.

Saat putusan kasasi yang terbit tahun 2010 dia beralih profesi sebagai pengemudi truk dan jarang pulang ke rumah. utusan kasasimenyatakan dirinya bersalah dan harus menjalani vonis pengadilan selama 4 tahun dan denda Rp20 juta subsider 6 bulan kurungan.

Karena mangkir menjalani hukuman maka terdakwa yang perkaranya ditangani oleh Kejaksaan Negeri Rembang dinyatakan masuk DPO. Namun berbekal informai dari masyarakat dan hasil pantauan ternyata benar diketahui yang bersangkutan sedang pulang ke rumah, akhirnya buronan perkara korupsi tadi berhasil ditangkap.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang, Eko Yuristianto menerangkan Edi ditangkap tanpa perlawanan. Selanjutnya akan dijebloskan ke penjara guna menjalani vonis hukuman sesuai hasil ketetapan hukum atas kasus yang dilakukannya.

Eko selaku pejabat baru kurang dapat memberikan informasi yang dituduhkan kepada terdakwa buronan itu. Hanya saja dari berkas perkara terdakwa yang tengah dipelajarinya diketahui Edi dilaporkan karena menyelewengkan dana Kredit Usaha Tani (KUT) senilai Rp1,7 miliar yang sedianya digulirkan untuk anggota koperasi namun sebagian dinikmati untuk kepentingan pribadi.

Sementara itu Edi mengatakan putusan hukum atas dirinya dinilai tak adil karena sejumlah uang yang dituduhkan diselewengkan olehnya sebenarnya tak hanya dinikmati sendiri melainkan dibagikan ke beberapa orang tetapi kenyatannya dirinya sendiri yang harus berperkara hukum.

Dia mengaku tak mengikuti putusan kasasi yang diajukan oleh pengacaranya lantaran harus bekerja selepas dicopot sebagai kepala desa.

Edi menuturkan, pilihan menjadi pengemudi truk berjurusan lintas Sumatera karena memang hanya pekerjaan itu yang diperolehnya untuk menafkahi keluarga dan secara periodik sering pulang. Sehingga menolak bila dinyatakan buron oleh Kejari setempat.(Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!