Pilkada Ngawi Bakal Seru

NGAWI Redaksi.co.id – Acara Pilkada di Ngawi pada Desember 2015, akan berlangsung cukup seru. Pasalnya, calon bupati/wakil bupati yang maju untuk bertarung hanya dua: satu pihak ditopang...

29 0

NGAWI Redaksi.co.id – Acara Pilkada di Ngawi pada Desember 2015, akan berlangsung cukup seru. Pasalnya, calon bupati/wakil bupati yang maju untuk bertarung hanya dua: satu pihak ditopang oleh sembilan Parpol yang kini masih menjabat Bupati (incumbent), yaitu Budi Sulistyono dan Ony Anwar; dan pihak lain dari independen, pasangan Agus Bandono dengan Adi Susila.

Sampai batas akhir pendaftaran, KPU hanya menerima dua pasangan tersebut. Dari kubu independen, begitu yakin untuk dapat menumbangkan pihak lawannya meski didukung mayoritas Parpol. Kami sudah mempelajari betul apa-apa saja yang belum dan harus dilakukan untuk mengembangkan Ngawi ini, tegas Agus Bandono, yang asli Ngawi kelahiran 14 Mei 1960.

Agus, yang kini mukim di Bekasi, adalah konsultan untuk bidang kelembagaan di berbagai proyek Pemerintah. Di Logos Konsultan, ia adalah pendiri sekaligus peneliti senior. Berikut ini adalah wawancara Redaksi.co.id kepadanya:

WM Redaksi.co.id: Apa yg melatarbelakangi anda mencalonkan diri sebagai balon Bupati ngawi?
AB (Agus Bandono): Saya ingin memperbaiki keadaan ekonomi sosial budaya maupun politik masyarakat ngawi yang sekarang ini hanya sekedar menjadi obyek pembangunan dan dalam keadaan Powerless.

WM: Seperti sudah diketahui, kompetitor anda didukung oleh banyak parpol atau gabungan parpol tertentu sementara anda independen. Apa yg meyakinkan utk memilih independen?

AB: Memilih jalur independen karena, agar tidak ada kontrak politik dengan parpol yang tentunya memerlukan biaya besar dan nantinya bila saya memimpin tidak bisa dengan bebas mengeluarkan kebijakan-kebijakan dan karena mengeluarkan biaya besar maka cenderung akan berupaya mengembalikan pengeluaran tersebut dengan jalan korupsi. Lalu, ini adalah bentuk penyadaran politik masyarakat bahwa untuk menjadi pemimpin politik tidak mesti malalui jalur partai politik. Yang tidak kalah pentingnya, Partai politik sekarang ini telah mengalami pamor yang buruk di mata masyarakat, sehingga dengan memilih jalur indenpenden saya menghindari stigma tersebut

WM. Apa selama ini yg belum tersentuh oleh pemda sebelumnya dalam membangun Ngawi ?

AB. Ya…Pasti masalahnya belum mampu mengentaskan kemiskinan di Desa dan Pemerataannya

WM. Bisakah ngawi 5-10 tahun kedepan memiliki keunggulan komparatif yg dapat diandalkan serta dapat bersaing baik secara domestik maupun internasional?
AB. Tentu sangat bisa, Terutama di sektor agribisnis melon, kerajinan batik, Wisata Ilmu Pengetahuan (Phitecanthropus Erectus), Wisata sejarah Benteng Pendem, dan lain-lain. (bri)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!