2 WNI Dibebaskan, KJRI Vanimo: Tidak Ada Kekerasan Fisik

264

redaksi.co.id – 2 WNI Dibebaskan, KJRI Vanimo: Tidak Ada Kekerasan Fisik

Jakarta – Konsulat Republik Indonesia di Vanimo, Papua Nugini, Elmar Iwan Lubis, mengatakan, kondisi kedua warga Indonesia yang disandera dalam kondisi lelah.

Korban penyanderaan, Sudirman (28 tahun) dan Badar (20 tahun) lebih banyak berdiam diri saat dibawa ke kantor Konsulat Jenderal RI di Vanimo.

Selama 6 hari disandera di dalam hutan dari tanggal 9-17 September 2015 dengan medan yang berat, para penyandera membawa mereka berpindah-pindah tempat.

Namun, kedua korban tidak mengalami kekerasan fisik. “Tidak ada kekerasan fisik. Mereka diberi makan dengan makanan yang tersedia di dalam hutan,” kata Elmar saat dihubungi Tempo siang ini, 18 September 2015.

Kedua sandera yang berprofesi sebagai penebang kayu di hutan belum berbicara tentang pelaku penyanderaan. Penyandera, kata Elmar mengutip penjelasan kedua sandera, tidak memahami bahasa yang diucapkan para penyandera.

Ditanya lebih rinci tentang ciri-ciri penyandera, Elmar mengatakan, kedua sandera tidak bisa mengingat secara jelas. “Mereka masih capek. Bayangkan 6 hari di dalam hutan,” ujar Elmar.

Kedua sandera saat ini sudah tiba di Jayapura, Papua setelah diterima oleh Pangdam XVII Cenderewasih, Hinsa Siburian dan Kapolda Papua Paulus Waterpauw.

Selanjutnya, kedua sandera akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura sebelum bertemu keluarga mereka.

Menurut Elmar, pembebasan dua warga Indonesia ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah Papua Nugini, pemerintah Indonesia dan semua lini yang memberikan bantuan. “Keduanya dibebaskan tanpa mengalami cedera, cacat, dan selamat kembali ke Tanah Air.”

Sebelumnya, Elmar menjelaskan, dua warga Indonesia itu ditawan kelompok tak dikenal di Kampung Skouwtiau, Papua Nugini. Keduanya saat itu sedang berada di dalam hutan untuk menebang kayu. MARIA RITA

(red/ngga/eksa/AR)

loading...

Comments

comments!