Ida Tak Bisa Ketemu Antasari di Tempat Kerja

redaksi.co.id - Ida Tak Bisa Ketemu Antasari di Tempat Kerja JAKARTA - Isrti Antasari Azhar, Ida Laksmiwati, bersyukur karena suaminya mendapat kesempatan asimilasi dan bisa bekerja...

10 0

redaksi.co.id – Ida Tak Bisa Ketemu Antasari di Tempat Kerja

JAKARTA – Isrti Antasari Azhar, Ida Laksmiwati, bersyukur karena suaminya mendapat kesempatan asimilasi dan bisa bekerja di luar lembaga pemasyarakatan (lapas).

Menurut Ida, selama ini suaminya selalu mematuhi keputusan Ditjen Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Bapak ya ikutin aja, ketika disuruh ikutan asimilasi, ya dilakukan,” ujar Ida di Tangerang, Banten, Kamis (17/8/2015).

Hingga kemarin, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu sudah sekitar sebulan mengikuti program pembinaan dan asimilasi.

Program tersebut diberikan karena Antasari telah menjalani lebih dari setengah masa hukumannya dan tidak pernah melakukan pelanggaran selama di lapas.

Menurut Ida, setiap Senin hingga Jumat, Antasari bekerja di kantor notaris Handoko Halim di Kota Tangerang yang berjarak kurang dari 10 km dari Lapas Dewasa, tempat Antasari menjalani hukuman.

Antasari berangkat pukul 09.00 WIB dan pulang ke lapas pukul 17.00 WIB. “Kata bapak, jadwal kerjanya seperti pegawai kantoran,” kata Ida.

Dalam bekerja, Antasari diawasi petugas lapas. Ida mengatakan, meski suaminya bekerja di luar tembok lapas, Antasari tidak boleh pulang ke rumahnya di kawasan BSD, Kota Tangerang Selatan. Selepas kerja, Antasari harus kembali ke Lapas Dewasa, Kota Tangerag.

Menurut Ida, suaminya tidak banyak bercerita mengenai program asimilasi yang kini dijalaninya. Sama seperti ketika menjadi Ketua KPK, Antasari juga tidak banyak menceritakan masalah pekerjaan kepada keluarganya.

Karena itu, kata Ida, ia tidak mengetahui apa yang dihadapi Antasari selama program asimilasi. “Kayak tidak tahu bapak aja, Mas. Dia itu, kalau urusan pekerjaan tidak banyak cerita. Jadi saya juga tidak tahu bagaimana perasaan dia waktu mengikuti program asimilasi. Senang atau tidaknya saya tidak tahu,” jawab Ida saat ditanya apa saja yang diceritakan Antasari tentang program asimilasi.

Selama Antasari menjalani asimilasi, kesempatan Ida bertemu suaminya jadi berkurang. Ida hanya bisa menjenguk Antasari di lapas pada akhir pekan. Antara Senin sampai Jumat, Antasari tak ada di lapas. Padahal, Ida juga tak bisa menemui Antasari di kantornya yang baru.

Di kantor notaris itu, Antasari tidak boleh menerima kunjungan dari keluarga maupun kawan. “Sama sekali nggak bisa ketemu, sama seperti pekerja lainnya,” kata Ida.

Alhasil, para kerabat dan kawan yang rutin menjenguk Antasari di lapas pada hari kerja, kini harus menggeser jadwal kunjungannya ke akhir pekan.

Ida yakin suaminya akan bekerja sebaik-baiknya selama mengikuti program asimilasi. Dia juga percaya kemampuan Antasari di bidang hukum sangat mumpuni sehingga bisa mengerjakan tugas-tugas di kantor notaris itu.

Apalagi, katanya, selama menghuni lapas, Antasari rajin membaca buku-buku hukum. “Saya yakin bapak tidak lupa, karena masih sering baca buku,” katanya.

Mengenai kondisi kesehatan suaminya, Ida mengatakan, Antasari dalam kondisi sehat. Meski secara rutin ia harus diperiksa dokter karena kencing manis. “Alhamdullilah bapak sehat, hanya saja harus rutin kontrol,” katanya.

Ida pun menjaga kesehatan Antasari lewat pemilihan menu untuk suaminya.

Antasari adalah Ketua KPK yang diberhentikan di tengah jalan karena ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Polisi menyatakan, pembunuhan Nasrudin yang terjadi Maret 2009 itu dilatarbelakangi cinta segitiga.

Antasari dijatuhi hukuman 18 tahun penjara. Namun, Antasari bersikeras bahwa dirinya tidak terlibat pembunuhan itu.

Pengacara Antasari, Boyamin Saiman, juga menyatakan hal yang sama karena tak ada bukti bahwa Antasari pernah mengancam Nasrudin lewat pesan singkat atau SMS.

Padahal, ancaman lewat SMS itulah yang dijadikan dasar oleh polisi untuk menetapkan Antasari sebagai tersangka pembunuhan Nasrudin.

Boyamin beranggapan bahwa Antasari dikriminalisasi karena sepak terjangnya sebagai Ketua KPK.

(red/iti/mi/anik/SUH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!