Sulit Cari Makanan Siap Saji, Jemaah Masak di Hotel

redaksi.co.id - Sulit Cari Makanan Siap Saji, Jemaah Masak di Hotel Laporan wartawan tribunnews.com : Adi SuhendiMEKKAH- Keadaan di Kota Mekkah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang...

43 0

redaksi.co.id – Sulit Cari Makanan Siap Saji, Jemaah Masak di Hotel

Laporan wartawan tribunnews.com : Adi Suhendi

MEKKAH- Keadaan di Kota Mekkah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang dibanjiri pedagang kaki lima yang menyediakan makan siap saji setiap musim haji.

Tahun 2015, para pedagang kaki lima yang biasa mangkal di dekat pemondokan jemaah nyaris tidak ada sehingga jemaah memilih masak sendiri atau mencari restoran atau rumah makan yang jumlahnya terbatas.

Memang hasil pemantauan wartawan di trotoar atau di depan-depan pemondokan sekarang bersih dari para pedagang kaki lima. Sehingga tidak sedikit jemaah haji Indonesia membeli bahan-bahan sayur dan sebagainya untuk dimasak di kamar hotel.

Bahkan, jemaah pun mendadak sengaja membeli rice cooker untuk menanak nasi. Karena dianggap lebih murah, para jemaah pun bisa tetap merasakan makanan sesuai lidahnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai meninjau lokasi kamar hotel terbakar di Lantai 8 Hotel Sakab Al Barakah mengungkapkan, bila bisa dipahami jemaah tetap memilih masak di pemondokan karena sulitnya mendapatkan makanan siap saji.

“Mekkah saat ini berbeda dengan tahun lalu. Untuk mendapatkan makanan sekarang tidak semudah seperti tahun lalu, kalau dulu bisa leluasa bisa mendapatkan orang jual makanan, bahkan orang bisa mendapatkan digelaran kaki lima. Sekarang itu sudah sulit kita temui bahkan nyaris tidak ada,” tutur Lukman di Daker Mekkah, Kamis (17/9/2015).

Dikatakan dia, sulitnya mencari penjaja makanan siap saji di trotoar diakibatkan adanya kebijakan pemerintah Arab Saudi yang sangat ketat dalam menyeleksi serta mengawasi para penjual makanan tidak berizin. Akibatnya, restoran atau rumah makan di Kota Mekkah pun tidak mampu menampung jemaah yang ingin mendapatkan makanan siap saji.

Kejadian kebakaran di kamar hotel tersebut akan menjadi evaluasi untuk penyelenggaraan haji tahun berikutnya. Dikatakan dia, kebijakan pemberian makan satu kali selama jemaah berada di Mekkah bisa diikaji kembali supaya makan jemaah bisa diberikan dua atau tiga kali sehari

“Tahun yang akan datang tentu harus dipikirkan penambahan pemberian makan khususnya selama di Mekkah. Setiap jemaah bisa ditingkatkan kalau tidak 3 kali ya dua kali seperti di Madinah. Ini bagian yang kita pikirkan ke depan mengantisipasi supaya kemudian jemaah tidak masak sendiri-sendiri pada hotel-hotel yang sesungguhnya dilarang untuk memasak,” ungkapnya.

Lukman menjelaskan, kebakaran melanda pemondokan jemaah Indonesia tepatnya di Lantai 810. Kejadian tersebut bermula penghuni hotel meninggalkan kamar dalam waktu lama sementara dia sedang memasak nasi. Akibatnya, terjadi hubungan arus pendek.

“Moga dengan kejadian ini ada hikmahnya dan kedepan jadi evaluasi kita untuk perbaikan,” kata Lukman.

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!