Peristiwa Ini Membuat Uya Kuya Menangis Sesenggukan

redaksi.co.id - Peristiwa Ini Membuat Uya Kuya Menangis Sesenggukan Laporan Wartawan Tribunnews.com: Regina Kunthi RosaryJAKARTA - Menjadi pembawa acara program televisi Rumah Uya, Uya Kuya mengaku...

1266 0

redaksi.co.id – Peristiwa Ini Membuat Uya Kuya Menangis Sesenggukan

Laporan Wartawan Tribunnews.com: Regina Kunthi Rosary

JAKARTA – Menjadi pembawa acara program televisi Rumah Uya, Uya Kuya mengaku sempat menangis sesenggukan.

“Saya sempat menangis, sampai sesenggukan,” ujar Uya pada konferensi pers Program Baru Spesial September TRANS7 di Menara Bank Mega, Kamis (17/9/2015).

Sebenarnya apa yang membuat Uya menangis?

Dalam Rumah Uya, ia banyak menghadapi klien dengan masalah berbeda. Suatu kali, katanya, ada seorang anak yang mengaku telah kabur dari rumahnya sejak hari raya Lebaran. Anak itu putus komunikasi dengan ibunya.

Masalahnya sederhana, lanjut Uya, hanya karena anak itu tidak suka dibanding-bandingkan dengan kakaknya. Akan tetapi, bagaimana pada akhirnya anak itu bisa pulang dan menumpahkan perasaan pada ibunya menjadi sangat menyentuh hati Uya dan kru yang tengah bertugas.

Penyelesaian masalah yang dipenuhi isak tangis anak dan ibunya tersebut tak urung membuat Uya ikut menangis.

“Bisa ditonton sendiri bagaimana riilnya acara ini. Tak ada rekayasa,” ujar Uya.

Pembawa acara bernama lengkap Surya Utama tersebut selama ini dikenal dalam berbagai reality show sebagai orang yang dapat membuat orang mengeluarkan isi hatinya melalui hipnotis.

Akan tetapi, tidak pada program Rumah Uya. Semua masalah yg ada adalah realita dan tak ada unsur rekayasa serta hipnotis di dalamnya, ujar Uya.

Menurut Uya, memandu acara Rumah Uya rasanya seperti tengah bermain rollercoaster. “Deg-degan. Nggak ketebak apa yang akan terjadi,” ucap ayah beranak dua itu.

Edukasi dari program tersebut pun dirasa Uya cukup tinggi. “Pesan moral yang bisa diambil, misalnya, sebaiknya unek-unek harus dikeluarkan kepada orang lain, jangan disimpan sendiri dalam hati. Masalah dengan orang lain juga harus diselesaikan, jangan hanya dipendam karena dampaknya tak baik untuk diri sendiri,” kata Uya.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!