Konsultan Microsoft Blessingwhite Incar Pasar Indonesia

redaksi.co.id - Konsultan Microsoft Blessingwhite Incar Pasar Indonesia JAKARTA - Lembaga riset, konsultan perusahaan raksasa Microsoft, asal Amerika Serikat, Blessingwhite merambah pasar Indonesia tahun ini. Dengan...

25 0

redaksi.co.id – Konsultan Microsoft Blessingwhite Incar Pasar Indonesia

JAKARTA – Lembaga riset, konsultan perusahaan raksasa Microsoft, asal Amerika Serikat, Blessingwhite merambah pasar Indonesia tahun ini.

Dengan menggandeng perusahaan lokal PT Kinerja Unggul Nusantara sebagai mitra bisnisnya, diharapkan memberikan solusi peningkatan kinerja perusahaan ditengah perlambatan ekonomi saat ini.

Direktur Utama PT Kinerja Unggul Nusantara Ahmad Arwani mengatakan, dampak perlambatan ekonomi global saat ini dirasakan seluruh pelaku usaha tak terkecuali pebisnis di seluruh sektor industri tanah air. Untuk itu mereka dituntut mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, agar perusahaan mampu bertahan di tengah ancaman tersebut.

“Perampingan menjadi salah satu jalan keluar yang sering diambil oleh top manajemen untuk mengurangi biaya dan menjaga bisnis tetap dalam track, padahal di sisi lain terdapat peluang untuk mengoptimalkan kontribusi karyawan/pegawai untuk dapat bertahan,” ujar Narwani, Senin, (21/9/2015).

Blessingwhite kata Narwani, memberikan solusi melalui metode unik dan terbukti (unique and proven) Skill Activation dalam melakukan perubahan dan perbaikan kinerja perusahaan.

“Kami mengusung platform teknologi IT untuk memudahkan usaha-usaha intervensi dalam melakukan perubahan dan perbaikan kinerja perusaahaan,” ujar Narwani.

Dalam prakteknya, metode itu mampu menghasilkan sebuah terobosan perpaduan antara kepuasaan dan kontribusi karyawan (satisfaction and contribution) atau istilah dalam kamus lembaga itu disebut Employee Engagement.

“Dengan metode ini kami membantu klien dalam mengaktivasi keahlian karyawan agar lebih mudah, sehingga membantu dalam optimalisasi kontribusi mereka dalam mencapai tujuan organisasi,” kata dia.

Kini berkat metode tersebut, tak mengherakan beberapa perusahaan multinasional dunia semisal Microsoft, HSBC, Siemens, Bank of America, hingga perusahaan Unilever yang produknya diminati masyarakat Indonesia tetap digdaya ditengah perlambatan ekonomi dunia.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!