Duh, Bambang Widjojanto Dijerat Pasal Baru

redaksi.co.id - Duh, Bambang Widjojanto Dijerat Pasal Baru Jakarta - Deretan pasal untuk menjerat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif, Bambang Widjojanto, bertambah lagi. Penyidik...

35 0

redaksi.co.id – Duh, Bambang Widjojanto Dijerat Pasal Baru

Jakarta – Deretan pasal untuk menjerat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif, Bambang Widjojanto, bertambah lagi.

Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menambahkan Pasal 266 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dalam berkas perkara Bambang yang dilimpahkan ke Kejaksaan, 18 September.

Kuasa hukum Bambang, Abdul Fikar Hajar, mengatakan pihaknya baru mengetahui adanya penambahan pasal baru tersebut saat menerima surat panggilan untuk penyerahan berkas perkara pada Rabu lalu.

Surat panggilan tertanggal 15 September 2015 itu berasal dari Bareskrim. “Kami tidak tahu alasannya (Pasal 266) muncul di panggilan itu. Selama ini, di pemeriksaan dan panggilan sebelumnya tidak pernah ada,” kata Abdul.

Dalam salinan surat panggilan disebutkan bahwa Bambang Widjojanto disangka melanggar Pasal 242 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.

Bambang juga disangka menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 266 ayat (1) KUHP.

Markas Besar Kepolisian RI menetapkan Bambang sebagai tersangka kasus dugaan menyuruh memberikan kesaksian palsu dalam persidangan pada 23 Januari lalu.

Bambang diduga melakukan tindakan itu saat menjadi kuasa hukum salah seorang calon kepala daerah dalam sidang perkara sengketa pemilihan Bupati Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, di Mahkamah Konstitusi pada 2010.

Kejadian penambahan pasal ini bukan pertama kali menimpa Bambang. Dalam pemeriksaan pertama pada 23 Januari, penyidik Bareskrim menjerat Bambang dengan Pasal 242 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Lalu, ketika pemeriksaan kedua pada 3 Februari, pasal penjerat Bambang berubah menjadi Pasal 242 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!