Wapres: Kekurangan Pasokan, Ada Kemungkinan Keran Impor Beras Dibuka

redaksi.co.id - Wapres: Kekurangan Pasokan, Ada Kemungkinan Keran Impor Beras Dibuka JAKARTA - Kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia saat ini, berpotensi mengganggu produksi...

25 0

redaksi.co.id – Wapres: Kekurangan Pasokan, Ada Kemungkinan Keran Impor Beras Dibuka

JAKARTA – Kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia saat ini, berpotensi mengganggu produksi beras pada masa panen Januari-Februari 2015 mendatang.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan kemungkinan tersebut harus diantisipasi. Pemerintah akan menjaga pasokan beras tetap normal. Salah satu pilihannya adalah dengan membuka keran impor.

“Bagaimana kita mengantisipasi itu, bagaimana penyediaan pangan, termasuk kemungkinan-kemungkinan menambah stok beras dari luar,” kata Jusuf Kalla kepada wartawan usai menghadiri seminar soal kependudukan yang digelar di hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2015).

Setiap bulannya kebutuhan masyarakat Indonesia mencapai 2,5 juta sampai 3 juta ton beras. Sedangkan pasokan beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di seluruh Indonesia hingga akhir tahun, hanya sekitar 1,5 juta ton.

Bila terjadi kekurangan pasokan, salah satu hal yang mungkin terjadi adalah melonjaknya harga beras di pasar. Pihak yang paling dirugikan karena mahalnya harga beras adalah masyarakat kecil.

“Kita tidak ingin mengorbankan masyarakat, dengan berpegang pada perkiraan yang bisa salah. Maka kita buka kemungkinan itu (impor), secepatnya kita akan melihat itu, harus buka,” jelasnya.

Pagi tadi Jusuf Kalla menggelar rapat bersama sejumlah menteri, untuk mengantisipasi dampak gelombang panas el Nino, terhadap ketahanan pangan. Rapat tersebut digelar di Rumah Dinas Wakil Presiden, Jakarta Pusat.

Dalam rapat tersebut antara lain hadir Menteri Kordinator (Menko) Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman serta Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Djarot Kusumayakti.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!