Ahmed Mohamed 'Pembuat Jam Rakitan' yang Dikira Bom Pindah Sekolah

redaksi.co.id - Ahmed Mohamed 'Pembuat Jam Rakitan' yang Dikira Bom Pindah Sekolah TEXAS - Mohamed Elhassan ayah Ahmed Mohamed (14) "Remaja Pembuat Jam Rakitan " mengatakan...

38 0

redaksi.co.id – Ahmed Mohamed 'Pembuat Jam Rakitan' yang Dikira Bom Pindah Sekolah

TEXAS – Mohamed Elhassan ayah Ahmed Mohamed (14) “Remaja Pembuat Jam Rakitan ” mengatakan puteranya tidak akan melanjutkan pendidikannya di sekolahnya asal SMA MacArthur, Austin, Texas.

Hal ini terjadi setelah ditangkapnya Ahmed Mohamed oleh kepolisian Texas karena diduga membawa bom ke sekolah.

Setelah diketahui bahwa Ahmed tak bersalah, dan hanya membawa jam buatannya untuk proyek sains sekolah, keputusan pindah sekolah diambil keluarga.

Ayah Ahmed menyatakan bahwa dia akan memasukkan anaknya ke sekolah swasta atau home schooling saja. Tetapi belum menentukan sekolah mana Ahmed akan melanjutkan pendidikan.

Sang ayah sangat menyesalkan sikap sekolah yang tak memberitakan kepadanya bahwa Ahmed ditangkap dan dibawa ke kantor Polisi.

Ahmed, siswa pembuat jam rakitan, ditangkap polisi di sekolahnya, MacArthur High School, Irving, Texas, Amerika Serikat. Alasannya, jam yang dibuat Mohamed terlihat seperti bom. Kasus ini berujung hujan simpati dari seluruh dunia.

Sejak foto Ahmed dengan tangan diborgol beredar luas, kemarahan muncul dari seantero jagat. Mereka mencerca dan membela Ahmed, dengan tagar #IStandWithAhmed.

Sebelum membuat jam digital yang akan diberikan kepada gurunya, Ahmed telah beberapa kali berkreasi meracik alat-alat elektronik. Menurut koran Toronto Star, Ahmed berhasil merakit sebuah radio yang menjadi kreasi pertamanya.

Setelah itu, dia mencoba memperbaiki mesin gokar, mobil yang digunakan untuk balapan kelas pemula, dan akhirnya berhasil.

“Yang terakhir dia berhasil merakit satu unit speaker dengan kemampuan Bluetooth, yang dijadikan hadiah untuk temannya,” tulis media tersebut.

Keluarga Mohamed mengakui bahwa putranya memang senang dengan hal-hal berbau teknologi. Ia juga sering membuat radio rakitan.

“Anak saya ingin menjadi penemu,” kata ayahnya, Elhassan Mohamed. “Tapi, karena namanya Mohamed dan kejadian 11 September yang baru diperingati, anak saya mendapat perlakuan buruk.”

Kejadian itu yang menyentuh hari banyak orang menyebabkan Ahmed menjadi perhatian sehingga mendapat undangan dari Gedung Putih, pujian dari CEO Facebook Mark Zuckerberg serta muncul dalam acara ‘Good Morning America’ ABC.(TIME/CNN)

(red/iti/mi/anik/SUH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!