Adnan Buyung Membela Jenderal Sampai Pedagang Asongan

210

redaksi.co.id – Adnan Buyung Membela Jenderal Sampai Pedagang Asongan

Pengacara seniorAdnan Buyung Nasution menghembuskan napas terakhirnya pada usia 81 tahun. Dia meninggal di ruang ICCU Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta, pada Rabu (23/9/2015) pukul 10.14 WIB.

Anggota Komisi III DPR Asrul Sani mengatakan, almarhum Adnan Buyung adalah salah satu tokoh Indonesia yang tidak membeda-bedakan orang.

“Bang Buyung adalah tokoh yang luar biasa. Almarhum adalah pribadi yang humble dan ramah kepada semua orang, tidak memberikan perlakuan yang berbeda ketika disapa tokoh penting atau orang biasa,” tutur Asrul saat dihubungi, di Jakarta.

“Saya merasakan kehangatan almarhum sejak menjadi asisten pembela umum di Jakarta pada pertengahan 1980-an sampai dengan Senin malam kemarin ketika saya menjenguknya di RSPI,” tambah dia.

Politisi PPP ini menuturkan,Buyung memiliki kontribusi besar dalam memperjuangan hak asasi manusia (HAM). Segala kelompok masyarakat pernah dibela Buyung. Mulai dari orang biasa, berpangkat jenderal, hingga penganut ajaran Islam garis keras.

“Ia membela dari yang berpangkat Jenderal seperti Wiranto sampai dengan pedagang asongan di Terminal Pulogadung dan Kalideres pada pertengahan yang dikejar Sudomo pada pertengahan 1980-an,” tutur dia.

Asrul mengatakan, Buyung membela segala kelompok masyarakat. Dari mereka yang beridiologi komunis sampai Islam garis keras seperti Abu Bakar Ba’asyir.

(red/ris/ahyudianto/AW)

loading...

Comments

comments!