Bank Mandiri Tolak Biayai Proyek Kereta Cepat

213

redaksi.co.id – Bank Mandiri Tolak Biayai Proyek Kereta Cepat

Untuk membangun kereta cepat, rencananya seluruh pembiayaan akan diberikan kepada sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pemerintah berjanji tidak akan memberikan uang sepeser pun dari APBN untuk pembangunan kereta jalur Jakarta-Bandung itu.

Namun, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan fasilitas pembiayaan kereta cepat. Menurut Budi anggaran yang dipakai melalui pinjaman negara yang akan membantu pembangunan high speed train tersebut.

“Nggak itu langsung dari sana (negara yang bekerjasama dengan BUMN),” ujar Budi di di acara Annual Report Award 2014, Jakarta, Selasa (22/9/2015) malam.

Sementara itu Menteri BUMN Rini Soemarno memaparkan pembiayaan kereta cepat ditentukan berdasarkan kesepakatan perusahaan BUMN yang tergabung dalam konsorsium, yakni PT Jasa Marga, PT KAI, PT Wijaya Karya, dan PT PM VIII sebagai pemilih lahan.

“Ini kan memang business to business. Jadi saya rasa dari pihak konsorsium BUMN yang akan bicara. Lebih baik saya menunggu sampai itu,” ungkap Rini.

Sebelumnya, Tiongkok menawarkan pinjaman pembangunan kereta cepat sebesar Rp 73,92 triliun dengan jangka waktu 50 tahun dan bunga 2 persen dalam dolar AS.

Sedangkan Jepang menawarkan pinjaman Rp 60,14 triliun untuk dibayar selama 40 tahun dengan bunga 0,1 persen dalam mata uang Yen dengan masa tenggang 10 tahun.

(red/ris/ahyudianto/AW)

loading...

Comments

comments!