Berapa Jam Anak Boleh Bermain Gadget?

305

redaksi.co.id – Berapa Jam Anak Boleh Bermain Gadget?

TEMPO.CO , Jakarta – Saat bermain gadget, anak bisa belajar banyak hal, termasuk mengasah IQ merka. tapi, berapa lama mereka boleh memainkannya? Ikatan anak di Amerika Serikat membatasi anak-anak usia ini bermain gadget.

Mereka hanya harus bermain 1 sampai 2 jam maksimal per hari, ungkap Roslina Verauli, seorang psikolog anak aat ditemui dalam acara BebeExplora di Gandaria City, Sabtu, 19 September 2015.

Ia menambahkan, jika bermain gadget hanya boleh dilakukan 1-2 jam maksimal dalam satu hari, bermain di luar rumah dan berinteraksi dengan teman sepermainan harus dilakukan lebih dari 5 jam setiap harinya.

Bermain bagaimana pun adalah kebutuhan anak usia 2 hingga 6 tahun. “Di usia inilah puncak anak-anak harus menghabiskan waktunya dengan bermain, katanya.

Dokter Vera, sapaan akrabnya, mengungkapkan bermain gadget terlalu lama dapat menghambat perkembangan EQ (kecerdasan emosional), terutama bisa menghambat kemampuan berinteraksi dan bersosialisasi.

Saat bermain gadget, anak-anak tidak banyak belajar banyak hal seperti ketika sedang bermain eksplorasi atau interaksi langsung dengan teman-temannya karena hanya bermain satu arah, lanjut Vera.

Ia juga menjelaskan, dengan bermain pasif anak-anak tidak bisa meniru karena tidak ada interaksi dengan seseorang atau sesuatu disatu permainan dalam gadget.

Vera, lebih lanjut menjelaskan, dengan bermain langsung dan berinteraksi secara langsung, anak-anak bisa bereksperimen. Selain bisa mengasah kemampuan kognitif (IQ), kemampuan bersosialisasi (EQ), anak-anak juga bisa bisa melatih kemampuan fisik mereka, katanya, ditambah lagi, orang tua juga hadir menemani untuk menemani dan mendukung sehingga rasa percaya diri anak akan meningkat.

Lalu, apa yang menyebabkan anak suka bermain gadget? Menurut Vera, gadget bukanlah satu sebab melainkan sebagai suatu akibat atau dampak. Jadi, yang membuat anak-anak sampai tidak bisa lepas dari gadget itu bisa jadi adalah sebuah pelarian, tutur Vera.

Tidak ada anak di dunia ini yang tidak suka bermain diluar, keluar dari satu lingkungan yang ia sukai. Coba deteksi apakah ada masalah secara emosional dalam keluarga atau secara sosial bersama teman sebayanya diluar, ia melanjutkan.

Ia mengerti, tidak semua keluarga tinggal di lingkungan yang aman. Namun, ketika Anda tinggal di lingkungan itu, misalnya masyarakatnya dekat dengan narkoba, sebetulnya itu bisa menjadi ladang pembelajaran untuk anak.

Anak kita boleh dikasih tahu, namun edukasi yang kita berikan harus lebih tinggi, kata Vera. Didiklah anak agar mereka bisa membandingkan kalau hal baik dan tidak baik.

Anak perlu diedukasi, diberi sudut pandang bahwa nanti anak baik-baik hidupnya akan berhasil, lanjutnya, ketahuilah, anak tidak suka dilarang-larang, anak lebih suka diedukasi.

DINI TEJA

(red/usland/argarito/RM)

loading...

Comments

comments!