LBH, Warisan Berharga Adnan Buyung Nasution

redaksi.co.id - LBH, Warisan Berharga Adnan Buyung Nasution TEMPO.CO , Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dinilai salah satu peninggalan penting dari Adnan Buyung Nasution. Pengacara...

29 0

redaksi.co.id – LBH, Warisan Berharga Adnan Buyung Nasution

TEMPO.CO , Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dinilai salah satu peninggalan penting dari Adnan Buyung Nasution. Pengacara di LBH Bandung, Arip Yogiawan mengatakan, LBH yang dirintis Adnan sejak 1972 merupakan warisan paling berharga bagi bangsa Indonesia.

“Kami para pengabdi bantuan hukum mengucapkan turut berduka cita. Selamat jalan pejuang, bapak, guru, sahabat, dan abang kami semua. Terimakasih untuk semua keringatmu bagi hak asasi manusia serta dedikasimu dalam bantuan hukum dan semangatmu tentang cita-cita keadilan,” kata Arip di Bandung, Kamis 24 September 2015.

Menurutnya, pria yang bernama asli Adnan Bahrum Nasution itu telah mendedikasikan ilmu, tenaga, pikiran dan usahanya untuk kepentingan orang banyak, tanpa membedakan golongan, ras, suku, atau agama.

“Pemikirannya menjadi acuan acuan bagi penegakan hukum di Indonesia, dan beliau memberikan contoh dengan aksi nyata dalam usaha menegakkan hukum yang berkeadilan,” ujarnya.

Pengalaman Arip yang paling membekas dengan Adnan Buyung ketika mereka mendampingi kasus penolakan warga terhadap rencana pembangunan hotel di Jalan Rancabentang, Bandung.

LBH menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara dan akhirnya menang pada Desember 2009. “Abang sampai turun aksi ikut rombongan ibu-ibu menari di depan PTUN Bandung,” ujarnya.

Suatu ketika saat aksi di Jalan Rancabentang, Adnan yang gemar bernyanyi, berjoget sambil bernyanyi lagu Cucakrowo bersama warga sambil ngos-ngosan. Pada kesempatan lain, Arip melihat sosok Adnan Buyung yang sentimentil.

“Kalau soal nilai-nilai perjuangan LBH, tak jarang Abang bicara sampai menitikan air mata dan bersuara parau,” ujarnya. Sikap Adnan Buyung yang masih jadi pegangan para penggiat di LBH, kata Arip, yakni mengerjakan sesuatu selalu total dan menggunakan hati.

Adnan Buyung Nasution, 81 tahun, meninggal dunia, Rabu 23 September 2015 pada pukul 10.15 di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mengutip ucapan Adnan soal LBH, kata Arip, lembaga itu harus menjadi kawah candradimuka lahirnya advokat yang mempunyai landasan moral, kemanusiaan, dan etika yang kuat.

ANWAR SISWADI

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!