Deretan Tokoh Sepak Bola Indonesia di Tanah Suci

redaksi.co.id - Deretan Tokoh Sepak Bola Indonesia di Tanah Suci Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban yang dilaksanakan umat muslim seluruh dunia bagi yang mampu. Tak terkecuali...

81 0

redaksi.co.id – Deretan Tokoh Sepak Bola Indonesia di Tanah Suci

Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban yang dilaksanakan umat muslim seluruh dunia bagi yang mampu. Tak terkecuali beberapa tokoh sepak bola di Indonesia, yang tahun ini berkesempatan berkunjung ke Arab Saudi untuk bisa melaksanakan seluruh rukun haji.

Menurut pantauan Liputan6.com, Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti, kapten Arema Cronus Ahmad Bustomi hingga pelatih Persiba Bantul Sajuri Syahid akan menyelesaikan proses terakhir yakni melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Zulhijah.

Dalam akun Twitter @LaNyallaMM1, La Nyalla tampak mengenakan pakaian ihram untuk jamaah haji laki-laki. Kicauannya diunggah sekitar delapan jam yang lalu.

“Selamat Idul Adha’ 1436H…Mohon maaf lahir & bathin,” tulis La Nyalla pada Kamis (24/9) pagi. Selamat Idul Adha’ 1436H…Mohon maaf lahir & bathin pic.twitter.com/aATror46Ab La Nyalla MM (@LaNyallaMM1) September 23, 2015

Sedangkan gelandang jangkar Arema, Ahmad Bustomi, masih sempat melakukan pose selfie bersama sang istri Fina Dian Sari. Malahan, foto tersebut diunggahnya tiga hari yang lalu.

“Kun Fayakun…Dulu Teman SMP yang sekarang menjadi teman berjuang bersama. beribadah bersama memenuhi panggilanMU Yaaaaa Rabb,” tutur Bustomi yang baru mengubah gaya rambutnya. A photo posted by @bustomi19 on Sep 19, 2015 at 10:23pm PDT

Pemain asal Wonogiri tersebut memang sudah berpamitan dengan rekan-rekan setimnya pada Jumat 11 September 2015, usai latihan untuk menjalankan ibadah haji. Dia berangkat bersama kloter dari Kabupaten Malang pada 16 September.

Cerita unik datang dari pelatih klub Divisi Utama Persiba Bantul. Pelatihnya, Sajuri Syahid tercatat sebagai salah satu jemaah haji dari embarkasi Solo, yang berangkat pada 29 Agustus silam.

Selang enam hari sebelum terbang ke Mekkah, pria 48 tahun ini membuat keputusan penting. Memimpin laga terakhir klub yang dilatihnya, dalam babak penyisihan grup C Piala Kemerdekaan 2015.

“Saya hanya minta doanya, kami semua sehat, selamat, dan lancar beribadahnya. Untuk sepak bola, tidak ada karena saya percaya saja kalau kita berusaha optimal hasilnya pasti seriing,” kata Sajuri kepada Liputan6.com, Rabu , 25 Agustus 2015 lalu.

Laskar Sultan Agung mendapat hasil positif karena menang 1-0 hingga membuat mereka lolos ke babak 8 besar turnamen. Dengan begitu langkah skuat besutan Sajuri pun masih berlanjut di Piala Kemerdekaan hingga memaksa sang pelatih absen mendampingi di pinggir lapangan.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!