Kapan Merak Hingga Surabaya Tersambung Tol?

redaksi.co.id - Kapan Merak Hingga Surabaya Tersambung Tol? Perkembangan pembangunan tol Trans Jawa terus dikebut. Hingga saat ini, beberapa ruas tol belum tersambung seluruhnya, bahkan ada...

28 0

redaksi.co.id – Kapan Merak Hingga Surabaya Tersambung Tol?

Perkembangan pembangunan tol Trans Jawa terus dikebut. Hingga saat ini, beberapa ruas tol belum tersambung seluruhnya, bahkan ada sejumlah titik yang konstruksinya masih nihil karena pembebasan lahan.

Data yang didapat Liputan6.com dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), per 24 Agustus 2015, dan ditulis pada kamis (24/9/20150), hanya satu ruas yang sudah beroperasi secara keseluruhan yakni Cikopo-Palimanansepanjang 116 km. Tol yang dioperasikan oleh PT Lintas Marga Sedaya ini beroperasi pada 13 Juni 2015.

Sedangkan yang sama sekali belum ada perkembangan konstruksinya adalah Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km serta Batang-Semarang sepanjang 75 km.

Jika sudah tersambung seluruhnya, maka mulai dari Merak, Jakarta, Semarang hingga Surabaya semuanya akan tersambung dengan jaringan tol.

Berikut data lengkap perkembangan jalan tol Trans-Jawa

1. Cikampek Palimanan (116,7 km) pembebasan tanah 100 persen, konstruksi 100 persen, beroperasi 2015

2. Pejagan-Pemalang (57,5 km) pembebasan tanah 42 persen, konstruksi 9,9 persen, target operasi 2018

3. Pemalang-Batang (39,2 km) pembebasan tanah 1,86 persen, konstruksi nihil, target operasi 2018

4. Batang-Semarang (75 km) pembebasan tanah 20,31 persen, konstruksi nihil, target operasi nihil

5. Semarang-Solo (72,6 km) pembebasan tanah 61 persen, konstruksi 31,4 persen, target operasi 2019

6. Solo-Ngawi (90 km) pembebasan tanah 89,5 persen, konstruksi 15,2 persen, target operasi 2018

7. Ngawi-Kertosono (87 km) pembebasan tanah 66,9 persen, konstruksi nihil, target operasi 2018

8. Mojokerto-Kertosono (40,5 km) pembebasan tanah 90 persen, konstruksi 65,9 persen, target operasi 2017

9. Mojokerto-Surabaya (36,2 km) pembebasan tanah 82,1 persen, konstruksi 34,01 persen, target operasi 2017.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!