Ini Perbedaan Manajer dan Pemimpin

809

redaksi.co.id – Ini Perbedaan Manajer dan Pemimpin

Suatu saat nanti mungkin Anda naik pangkat, baik sebagai manajer maupun seorang pemimpin. Namun apakah Anda pernah bertanya-tanya apa yang membedakan seorang pemimpin, dan manajer? Anda tidak sendirian. Berikut adalah beberapa perbedaan antara manajer dan pemimpin dilansir dari payscale Sabtu, (26/9/2015) :

1. Manajer mengandalkan kontrol dan pemimpin membangun kepercayaan.

Manajer bertindak seperti bos dengan mengendalikan bawahan mereka, dan mengatur tugas-tugas administrasi. Di sisi lain, para pemimpin memberikan arahan, inovasi, dan menginspirasi. Mereka mengandalkan kepercayaan yang telah dibangun antara dirinya dan anggota tim untuk menjadi kekuatan, dan motivasi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Berbeda dengan manajer yang lebih mengutamakan kontrol dan mengatur dengan memainkan emosi takut.

2. Manajer menjaga fungsi organisasi, dan pemimpin membangun visi bersama.

Setiap organisasi membutuhkan manajer untuk memenuhi target perusahaan. Di sisi lain, pemimpin perlu memberikan perhatian pada karyawan supaya termotivasi dan terinspirasi. Para pemimpin bekerja dengan tim untuk membangun visi bersama, dan masa depan perusahaan. Manajer bekerja melalui sistem oprasional prosedur dan menjaga sistem tersebut berjalan dengan semestinya. Sedangkan para pemimpin memandang gambaran yang lebih besar seperti perubahan, dan masa depan perusahaan.

3. Manajer mengatur sistem, dan pemimpin memimpin orang-orang.

Menurut Anda apakah mengawasi pekerjaan perlu dilakukan? atau seseorang pempmim yang memimpin karyawannya bekerja ?

Para profesional tidak ingin diperlakukan seperti mesin. Mereka ingin berkolaborasi dan berinovasi, tidak diperlakukan seperti roda gigi dalam sebuah mesin. Bagi orang yang lahir pada rentang tahun 1980 -1995 atau bisa disebut generasi Y, perusahaan seperti Google dan Microsoft sangat ideal bagi mereka. perusahaan tersebut dikenal inovatif dan mereka memberikan kesempatan untuk pengembangan diri maupun karir. Perusahaan tersebut fokus pada karyawan dan ide-ide mereka, bukan pada daftar pekerjaan yang harus dilakukan. (Ilh/Zul)

(red/andhi/urhartanto/SN)

loading...

Comments

comments!