Jambi Diberondong 1.000 Bom Air Selama Kabut Asap

redaksi.co.id - Jambi Diberondong 1.000 Bom Air Selama Kabut Asap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi sudah menjatuhkan seribu kali bom air berkapasitas 2.906.500 liter...

10 0

redaksi.co.id – Jambi Diberondong 1.000 Bom Air Selama Kabut Asap

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi sudah menjatuhkan seribu kali bom air berkapasitas 2.906.500 liter air untuk memadamkan kebakaran di Provinsi Jambi yang memicu kabut asap. Operasi pemadaman itu terhitung per 25 September 2015 sejak musim kebakaran.

“Tidak hanya itu saja, tim juga sudah menebar 1.000 kilogram garam untuk disemai di atas langit Jambi,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Arief Munandar di Jambi, Minggu (27/9/2015).

Upaya pemadaman kebakaran terus dilakukan di sejumlah daerah. Beberapa daerah itu seperti Desa Manis Mato, Kecamatan Kumpeh, Desa Solok Kecamatan Kumpeh Ulu dan HPT Pesone di Kabupaten Muarojambi. Kemudian upaya pemadaman di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Sungai Buluh Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Terkait kondisi asap imbas kebakaran hutan terkini, asap tertinggi hanya 535 meter dengan jarak pandang rata-rata 300 meter. “Dari data posko yang ada,penderita infeksi saluran napas mencapai 31.191 orang,” kata Arief.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi, Musri Nauli, menilai Pemerintah Provinsi Jambi lamban menangani kebakaran lahan dan hutan. Pemprov Jambi dinilai tidak berani menghadapi perusahaan-perusahaan besar yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar.

“Jika berani tidak akan separah ini. Semua perusahaan besar yang ada di Jambi ini ada titik apinya,” ujar dia.

Untuk itu, kata dia, Walhi bersama Peradi dan sejumlah lembaga pemerhati lingkungan lainnya akan segera merilis sejumlah nama perusahaan di Jambi yang diduga kuat ikut membakar lahan. “Akhir bulan September ini sudah siap, dan kami akan layangkan gugatan class action,” kata dia. (Hmb/Ans)

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!