Petugas Kesulitan Identifikasi Korban Mina

203

redaksi.co.id – Petugas Kesulitan Identifikasi Korban Mina

Jakarta – Petugas haji Indonesia mulai kesulitan mengidentifikasi korban tragedi Mina. Kepala Daerah kerja Mekkah, Asryad Hidyat, menjelaskan, kesulitan itu disebabkan kondisi tubuh korban yang mulai berubah setelah tersimpan selama tiga hari.

“Mulai ada perubahan-perubahan fisik, misalnya muka lebam,” ujarnya dalam keterangan persnya, Ahad, 27 September 2015.

Arsyad menjelaskan, proses identifikasi terhadap para korban dari targedi yang terjadi pada Kamis lalu itu dipusatkan di tempat pemulasaraan jenazah al-Muaishim. Kondisi korban saat ini tersimpan dalam mobil trailer yang dilengkapi mesin dengan pendingin udara.

“Kami harus mendatangi tempat penyimpanan jenazah untuk mengecek foto korban yang diserahkan pemerintah Saudi,” katanya.

Hingga saat ini, kata Arsyad, petugas Indonesia sudah menerima 850 foto korban yang dirilis oleh pemerintah Arab Saudi. Sebagian korban di antaranya berhasil teridentifikasi.

“Untuk jenazah yang sudah diidentifikasi, petugas akan berkirim surat ke muassasah agar bisa segera dilakukan pemakaman melalui maktab,” kata dia.

Insiden Mina kembali terjadi pada Kamis, 24 September 2015, pukul 08.00 waktu setempat. Ratusan jamaah yang melintas jalan 204 terjatuh dan tewas terinjak-injak akibat aksi saling dorong saat akan melempar jumrah.

Insiden yang terjadi tak lama setelah musibah jatuhnya mesin crane itu menewaskan 719 jamaah dan melukai 800 jamaah lainnya.

Arsyad menjelaskan, data terakhir menyebut 34 jamaah Indonesia meninggal akibat insiden Mina. Sementara enam jamaah lainnya masih dirawat. Petugas haji juga masih terus menelusuri keberadaan jamaah yang dinyatakan hilang.

“Wilayah pencarian diperluas hingga kota Thaif,” kata dia. “Sampai saat ini, masih ada 90 jemaah haji yang belum pulang ke pemondokannya.” RIKY FERDIANTO

(red/urista/urnamasari/NP)

loading...

Comments

comments!