Menang di Parlemen, Katalunya Ingin Merdeka dari Spanyol

redaksi.co.id - Menang di Parlemen, Katalunya Ingin Merdeka dari Spanyol Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania ChristineBARCELONA - Partai separatis dari Katalunya, Spanyol, memenangkan mayoritas jabatan di...

32 0

redaksi.co.id – Menang di Parlemen, Katalunya Ingin Merdeka dari Spanyol

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania Christine

BARCELONA – Partai separatis dari Katalunya, Spanyol, memenangkan mayoritas jabatan di pemilihan tingkat parlemen. Kemenangan itu membawa pada jatah kursi mayoritas di tingkat pemerintahan DPD Katalunya.

Mendapat jatah besar untuk memerintah, sejumlah pemimpin dari partai-partai separatis itu kemudian dikatakan telah merumuskan dan mengajukan sebuah referendum yang menyatakan pemisahan diri dari Spanyol.

Tujuannya jelas, yaitu untuk memerdekakan Katalunya dari Spanyol, sehingga daerah itu nantinya menjadi sebuah negara dan memiliki pemerintahan tersendiri, terhitung dalam 18 bulan ke depan.

“Masyarakat Katalunya telah setuju untuk merdeka,” ucap perwakilan kepala pemerintahan daerah Artur Mas, yang sekaligus adalah pemimpin partai tersebut, kepada para pendukungnya, Minggu (27/9/2015).

Menurut Reuters, kemenangan suara untuk merdeka itu dikatakan menjadi sebuah pukulan bagi Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy, yang menentang keras kemerdekaan untuk Katalunya.

Mariano mengatakan bahwa niat para petinggi separatis untuk memerdekakan diri dari Spanyol adalah sesuatu yang tidak masuk akal untuk dilakukan dan berniat akan menghalangi misi itu.

Namun, upaya yang dilakukan oleh partai separatis itu masih bekum jelas akan berhasil atau tidak, sebab berdasarkan konstitusi Spanyol, daerah bagian pemerintahan negara itu memang tidak diizinkan untuk memisahkan diri.

Kemenangan partai separatis Katalunya juga dikatakan akan berdampak pada pemilu yang akan dilaksanakan pada Desember 2015. Pasalnya, Katalunya adalah daerah berpopulasi terbesar kedua di Spanyol, sehingga kurangnya suara akan sangat berpengaruh. (Reuters/New York Times)

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!