Menaker: Banyak Perusahaan Tak Laporkan Jumlah Karyawan Kena PHK

redaksi.co.id - Menaker: Banyak Perusahaan Tak Laporkan Jumlah Karyawan Kena PHK Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menyatakan, berdasarkan data kementeriannya, hingga akhir Agustus 2015, jumlah tenaga...

9 0

redaksi.co.id – Menaker: Banyak Perusahaan Tak Laporkan Jumlah Karyawan Kena PHK

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menyatakan, berdasarkan data kementeriannya, hingga akhir Agustus 2015, jumlah tenaga kerja yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 26.000 orang. Akan tetapi, jumlah tenaga kerja kena PHK memang belum dapat dipastikan lantaran banyak perusahaan yang tidak memberi laporan kepada pemerintah mengenai jumlah karyawannya yang kena PHK.

“Kalau angka kita masih sekitar 26.000 karena problemnya adalah tidak semua perusahaan melaporkan,” kata Hanif, Selasa (29/9/2015).

Karena itu, ia mendorong kepada para dinas tenaga kerja di daerah memantau terus dinamika yang ada di perusahaan masing-masing daerahnya, termasuk soal PHK maupun penyerapan tenaga kerja baru.

“Kalau positif itu seperti tambahan rekrut, melaporkan sehingga kita mengikuti data yang riil sesuai di lapangan, karena wajib lapor itu sudah ada di Undang-undang,” kata Hanif.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga meminta agar dunia usaha terus berkomunikasi dengan dinas tenaga kerja, khususnya terkait informasi soal hubungan industrial, termasuk kebijakan merumahkan hingga PHK karyawan.

“Kadangkala perusahaan begini katakan bersepakat secara bipartit (kedua pihak) melakukan PHK. Tidak ada masalah memang, tidak ada muncul ke permukaan, seperti itu kadang mereka tidak laporkan dan sudah selesai saja begitu misalnya,” ucap Hanif.

Hanif mengaku pihaknya dalam waktu depat akan akan turun ke lapangan berdialog dengan para pengusaha yang mengalami tekanan akibat lesunya ekonomi, terutama pada sektor padat karya.

“Makanya kita ini terus mendorong, memonitor agar Disnaker lebih proaktif menyiasati kondisi semacam ini. Terutama untuk yang masuk ke sektor yang agak tertekan. Saya juga berencana untuk mengunjungi sektor-sektor yang relatif tertekan saat ini, bicaralah dengan mereka,” ucap Hanif.

(red/iti/mi/anik/SUH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!