Tiga Langkah BKPM Percepat Infrastruktur dan Arus Investasi

redaksi.co.id - Tiga Langkah BKPM Percepat Infrastruktur dan Arus Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus berupaya untuk meningkatkan investasi dengan melakukan 3 langkah strategis dalam...

47 0

redaksi.co.id – Tiga Langkah BKPM Percepat Infrastruktur dan Arus Investasi

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus berupaya untuk meningkatkan investasi dengan melakukan 3 langkah strategis dalam upaya percepatan infrastruktur.

Sejauh ini BKPM sudah melakukan 3 langkah strategis yaitu: deregulasi peraturan investasi, fasilitasi debottlenecking investor dan pemasaran proyek infrastruktur.

Deputi Perencanaan Penanaman Modal Tampa Hutapea menegaskan nfrastruktur merupakan salah satu prioritas pemerintah.

Karena itu Tampa mengatakan BKPM selalu berupaya untuk menarik investasi sebesar-besarnya.

“BKPM membantu stakeholder agar bisa segera mempercepat realisasi investasinya, ujar Tamba, Senin (28/9/2015).

Daya saing bangsa dalam menarik investasi ditentukan oleh banyak faktor yang salah satu diantaranya merupakan ketersediaan infrastruktur. Lanjut Tamba, tren realisasi sektor infrastruktur meningkat.

Sepanjang semester I 2015, BKPM mencatat total nilai realisasi investasi infrastruktur sebesar Rp 72,2 triliun.

Nilai ini sudah mencapai 63 persen realisasi tahun 2014 atau 94 persen realisasi tahun 2013. BKPM juga mencatat pertumbuhan nilai rencana investasi yang signifikan di sektor ini.

Selama semester I 2015, BKPM menerbitkan Izin Prinsip investasi senilai 314 triliun rupiah, atau meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Kepala BKPM Franky Sibarani, realisasi proyek infrastruktur meningkatkan rasa optimis akan kenaikan daya saing investasi Indonesia ke depannya.

Karena, infrastruktur dan logistik merupakan satu dari lima tantangan utama dalam berbisnis di Indonesia, menurut survei World Economic Forum 2014.

“Infrastruktur juga memperkuat fondasi ekonomi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Franky.

Berdasarkan rencana infrastruktur lima tahun Presiden Jokowi, pemerintah mematok target membangun 24 pelabuhan laut 15 bandar udara, ruas jalan tol sepanjang 1.000 kilometer.

Selain itu juga 2.650 kilometer jalan antarprovinsi, 49 bendungan, pembangkit listrik 35.000 megawatt serta mengembangkan transportasi massal di tiga kota besar.

Pemerintah juga berencana membangun Kawasan Ekonomi Khusus, tidak hanya di Jawa, tetapi juga di luar Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!