Enam Sumur Gas Ini Akan Menjadi Proyek Terbesar Pertamina

redaksi.co.id - Enam Sumur Gas Ini Akan Menjadi Proyek Terbesar Pertamina General Manager Jambaran-Tiung Biru, Bob Wikan H. Adibrata mengatakan, gas di lokasi Jambaran-Tiung Biru, di...

45 0

redaksi.co.id – Enam Sumur Gas Ini Akan Menjadi Proyek Terbesar Pertamina

General Manager Jambaran-Tiung Biru, Bob Wikan H. Adibrata mengatakan, gas di lokasi Jambaran-Tiung Biru, di Bojonegoro, akan jadi proyek terbesar yang dikelola Pertamina. Proyek ini, bisa menyerap sekitar 8.000 pekerja dimana sebagian pernah bekerja di Blok Cepu.

“Ini proyek terbesar Pertamina,”ujarnya dalam paparan di Kantor Kabupaten Bojonegoro, Selasa 29 September 2015. Paparan soal gas Jambaran-Tiung Biru dilakukan di depan rombongan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Hasyim Muzadi, Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto, Bupati Bojonegoro Suyoto dan sejumlah tamu penting.

Dialog ini, terkait dengan percepatan migas di Bojonegoro. Sesuai perencanaan lapangan Jambaran-Tiung Biru bisa menghasilkan sebanyak 227 juta kaki kubik gas bumi perharinya tahun 2019. Selanjutnya, produksinya bisa memuncak sebanyak 315 juta kaki kubik gas bumi perharinya tahun 2020 mendatang. Nantinya akan dibangun sebanyak enam sumur kemudian pembangunan fasilitas pendukung sekaligus pengelolaannya.

Sedangkan lokasi Jambaran-Tiung Biru berada di tiga kecamatan dan lima desa. Yaitu Kecamatan Ngasem, Purwosari dan Tambakrejo. Lima desa yang masuk ring satu yaitu, Desa Pelem, Dolog Gede, Bandungrejo, Kaliombo dan Kali Sumber. Areal yang dibutuhkan, sebagian besar dari Perhutani seluas 144 hektare, dan sisanya sebanyak 26 hektare tersebar di lima desa di tiga kecamatan berlokasi di sebelah barat Kota Bojonegoro tersebut. Untuk sekarang ini dimulai pembebasan lahan dan sebagian akan dibeli atau dikontrak sesuai status tanahnya.

Misalnya untuk tanah kas desa, statusnya pinjam pakai sedangkan jika pemilik warga bisa dikontrak atau dibeli, tergantung kesepakatan. Khusus untuk lahan hutan, telah dilakukan pembicaraan melibatkan Pemerintah Bojonegoro, Perhutani dan tentu Pertamina. Bupati Bojonegoro Suyoto, mengatakan, proyek gas Jambaran-Tiung Biru, bisa menjadi proyek besar di kabupaten ini. “Karena, minimal bisa mempekerjakan sekitar 8000 warga. Dan mereka itu sebagian sudah bekerja di sumur minyak Blok Cepu. Jadi, ini proyek besar,” ujarnya di acara tersebut.

Menurut Suyoto, yang sekarang ini sedang dilakukan, yaitu pembebasan lahan terutama di areal hutan milik Perhutani. Karena, beberapa waktu lalu sudah ada kesepakatan antara Direktur Utama Perhutani Mustoha Iskandar yang datang ke Bojonegoro mendampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, untuk proses pembebasan lahan.

Jadi, lanjut Suyoto, kini untuk proses pembebasan lahan antar lembaga pemerintah, sudah dalam tahap kesepakatan bersama. “Selanjutnya, akan ditindalklanjuti di lapangan. Misalnya berapa luasnya, juga lokasi dan seterusnya. Kita berharap, bisa cepat kelar,” imbuhnya.

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!