Ditemukan Kura-Kura Bercahaya

redaksi.co.id - Ditemukan Kura-Kura Bercahaya SOLOMON -- Ilmuwan berhasil menemukan kura-kura bercahaya pertama di dunia, Selasa (29/9). Ahli biologi kelautan menemukannya di pulau Solomon, selatan Samudra...

45 0

redaksi.co.id – Ditemukan Kura-Kura Bercahaya

SOLOMON — Ilmuwan berhasil menemukan kura-kura bercahaya pertama di dunia, Selasa (29/9). Ahli biologi kelautan menemukannya di pulau Solomon, selatan Samudra Pasifik.

Melalui sebuah rekaman video yang diambil di laut dalam, tempurung kura-kura tersebut bercahaya dalam gelap karena memiliki bioflouresence. Penemuan ini dilakukan secara tidak sengaja.

Pada Juli, peneliti dari City University of New York, David Gruber sedang meneliti bioflouresence pada ikan hiu dan terumbu karang di kepulauan Solomon. Ketika ia dan timnya menyelam, reptil yang bercahaya neon berwarna hijau tiba-tiba datang entah darimana.

“Mereka datang bercahaya dalam gelap, seperti kapal luar angkasa, alien,” kata dia.

Bioflouresence berbeda dengan bioluminesence. Bioluminesence adalah senyawa biologis yang dihasilkan sendiri oleh hewan tersebut melalui reaksi kimiawi sehingga menimbulkan cahaya. Sementara bioflouresence adalah kemampuan untuk merefleksikan berwarna biru terang kemudian memancarkannya kembali sebagai warna berbeda.

Selama ini, kemampuan itu telah ditemukan di beberapa ikan, hiu, udang. Namun peneliti tidak pernah berpikir menemukannya pada reptil laut. Direktur Eastern Pacific Hawksbill Initiative, Alexander Gaos mengatakan ia telah mempelajari kura-kura sejak lama dan tidak berpikir tentang ini.

“Ini sangat luar biasa,” kata dia. Gruber mengatakan ia hanya berniat untuk merekamnya dan tidak ingin menyakiti mereka. Ketika di daratan, ia baru menyadari kura-kura tersebut mirip kura-kura Hawksbill.

Menurutnya, terlalu dini untuk menentukan mengapa reptil ini memiliki kemampuan bercahaya. “Bioflouresens biasanya digunakan untuk menemukan atau menarik mangsa atau pertahanan atau komunikasi,” kata Gaos.

Gruber memprediksi warna merah hawksbill bisa saja berasal dari alga yang hidup di tempurungnya. Tapi warna hijau kemungkinan berasal dari kura-kura itu sendiri. “Sulit untuk mempelajari mereka karena sekarang sudah langka dan terlindungi,” katanya lagi.

Populasi kura-kura di dunia telah berkurang 90 persen sejak beberapa dekade lalu. Gruber mengatakan kura-kura laut Hawksbill adalah spesies paling langka di Bumi, selain untuk alasan konservasi, kura-kura ini masih misteri.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!