The Intern: Belajar Memaklumi Ketidaklaziman

214

redaksi.co.id – The Intern: Belajar Memaklumi Ketidaklaziman

KESEMPATAN magang biasanya didapatkan mereka yang baru lulus sekolah atau kuliah.

Namun dalam The Intern (2015), diceritakan ada sebuah program di mana mereka yang lanjut usia bisa ikut program magang.

Ben Whitaker (Robert de Niro), pria 70 tahun yang seorang duda dan mantan pimpinan di sebuah perusahaan buku telepon, bergabung di program ini. Ia mendapat kesempatan magang di perusahaan belanja daring di bidang fesyen milik Jules Ostin (Anne Hathaway).

Perusahaan Jules yang awalnya kecil, kini berkembang pesat dan mempekerjakan ratusan pegawai. Jules awalnya sempat meragukan Ben. Jules bahkan mengatakan langsung pada Ben untuk berpikir ulang menjadi asistennya. Tapi Ben yakin pada keputusannya dan ingin membuktikan pada Jules dirinya mampu mengemban tanggung jawab.

The Intern banyak menampilkan berbagai ketidakwajaran yang mungkin Anda temui di kehidupan sehari-hari. Bayangkan, seorang pensiunan menjadi anak magang pengusaha muda?

Hidup Jules juga bukannya sempurna. Menjadi bos di perusahaan yang dirintisnya, membuatnya kehilangan banyak momen pertumbuhan putri semata wayangnya. Lewat The Intern, sutradara Nancy Meyers menggambarkan bagaimana citra ibu bekerja masih dipandang ‘salah’ oleh kalangan ibu-ibu rumah tangga, bahkan di negara modern seperti Amerika Serikat.

Yang ‘aneh’ lagi, suami Jules, Matt (Anders Holm), berhenti bekerja sebagai bentuk dukungan terhadap istrinya, dan menjadi ayah rumah tangga. Hal-hal yang mungkin tidak lazim, tapi juga tidak salah dan merugikan orang lain, selama yang menjalani merasa nyaman. Namun benarkah Jules merasa nyaman dengan kehidupan yang dijalaninya?

Kehidupan Ben si ‘kakek magang’ mendapat porsi imbang dalam film yang naskahnya juga digarap Nancy Meyers ini. Kesempatan tak pernah datang terlambat, di usia berapa pun. Selain kembali bekerja di usia 70-an, lihat bagaimana Ben mendapat kesempatan juga dalam percintaan dengan sosok Fiona (Rene Russo).

Penggambarannya pasangan tua ini memang vulgar, namun akan lebih memunculkan kesan geli ketimbang jorok.

Pertemanan beda jenis kelamin dan usia yang terpaut jauh antara Jules dan Ben, berhasil digambarkan secara manis, jauh dari kesan canggung, oleh Hathaway dan de Niro. Hangat dan menginspirasi.

(ray/yb)

(red/hmad/yaiku/AS)

loading...

Comments

comments!