Chris Harper Berondongkan Senapan ke Kampus di AS, 10 Tewas

redaksi.co.id - Chris Harper Berondongkan Senapan ke Kampus di AS, 10 Tewas Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania ChristineOREGON - Sekitar 10 orang tewas dan tujuh orang...

65 0

redaksi.co.id – Chris Harper Berondongkan Senapan ke Kampus di AS, 10 Tewas

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania Christine

OREGON – Sekitar 10 orang tewas dan tujuh orang cedera akibat aksi penembakan massal di Umpqua Community College, sebuah kampus yang berlokasi di Oregon, AS.

Atas insiden yang terjadi pada Kamis (1/10/2015) itu, seorang pria bernama Chris Harper Mercer (26) dinyatakan menjadi pelaku, yang menurut New York Times turut tewas setelah adu tembak dengan kepolisian.

Dikutip dari The Washington Post, kejadian berawal saat seorang penembak tiba-tiba masuk ke dalam sebuah kelas di mana kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, lalu menembakkan peluru dari senjatanya.

Saat tembakan mulai menggema di kampus itu, sejumlah siswa yang berada di kelas-kelas lain langsung menutup dan menjagai pintu kelas mereka masing-masing, agar penembak tak masuk.

“Ada yang menembak! Lari! Lari! Keluar!,” teriak sekelompok siswa yang berlari keluar dari Snyder Hall, ruang kelas tempat penembakan awal berlangsung, seperti yang dikutip The Washington Post.

Beberapa orang yang berusaha menutup pintu juga dilaporkan ada yang berakhir kena tembakan, seperti di lengan dan perut. Lainnya juga ada yang dikatakan panik dan kabur dari kelas mereka, ada pula yang bersembunyi di bawah meja.

Pihak berwajib mendapat laporan soal penembakan itu pada pukul 10.38 waktu setempat dan segera mendatangi lokasi. Mereka lalu memasuki kelas-kelas di dalam kampus, sebelum akhirnya terlibat baku tembak dengan si pelaku yang baru teridentifikasi Kamis malam itu.

Pihak otoritas lalu melakukan pengamanan di kampus tersebut, sekaligus melakukan investigasi dan wawancara untuk mencari tahu apa yang telah terjadi. Seluruh korban sudah dilarikan ke rumah sakit. (The Washington Post/New York Times)

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!