KRI Tangkap Empat Kapal Filipina

redaksi.co.id - KRI Tangkap Empat Kapal Filipina TARAKAN Empat kapal berbendera Filipina berisi 42 kru kapal ditangkap KRI Kakap-811 di perairan Laut Sulawesi pada 28 September...

8 0

redaksi.co.id – KRI Tangkap Empat Kapal Filipina

TARAKAN Empat kapal berbendera Filipina berisi 42 kru kapal ditangkap KRI Kakap-811 di perairan Laut Sulawesi pada 28 September lalu.

Kejadian penangkapan tersebut terjadi ketika KRI Kakap-811 sedang melaksanakan operasi di daerah Laut Sulewesi karena akan menempati sektor perairan di Ambang Batas Laut (Ambalat).

Saat siang hari, tepatnya pukul 12.25 Wita, KRI ini melihat adanya kontak dengan jarak kurang lebih 8 NM menggunakan radar JRC JMA 5322.

KRI langsung berupaya berkomunikasi dengan menggunakan radio VHF FM Chanel 16, namun tidak ada jawaban dari kapal tersebut.

Setelah itu, KRI berusaha mendekati lokasi kapal, dan ternyata setelah mendekat terlihat ada empat kapal berbendera Filipina ini yang sedang berjangkar di tengah lautan ini.

Kapal yang ditangkap adalah KM PB RELL RENN 8, KM FB RELL REN 6, KM FB LB C-N-C, dan KM FB LB RR-8A. Empat kapal ini merupakan satu tim dalam proses penangkapan ikan. Dua kapal berupa penangkap ikan dan dua kapal lainnya sebagai pemberi fasilitas penerangan.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Wahyudi H. Dwiyono mengatakan, kejadian penangkapan terhadap empat kapal asing ini merupakan operasi dari salah satu unsur yang tergabung dalam operasi Perisai Sakti 2015.

Penangkapan empat kapal asing ini dilakukan pada 28 September lalu. Kebetulan pada saat itu KRI Kakap-811 sedang melaksanakan operasi di daerah Laut Sulewesi dan akan menempati sektor perairan Ambalat, ungkap Wahyudi kepada Radar Tarakan (Jawa Pos Group).

Wahyudi menjelaskan, dalam penangkapan tersebut memang tidak ditemukan muatan ikan. Namun ada dugaan keempat kapal tersebut sudah melaksanakan kegiatan penangkapan ikan secara terus-menerus sejak 5 Mei 2015.

Komandan KRI Kakap-811, Mayor Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso menjelaskan, dalam proses penangkapan empat kapal ini, tidak ada perlawanan yang dilakukan.

Posisi mereka sudah terjepit akan kehadiran KRI Kakap-811. Pada saat itu saya memerintahkan kepada nakhoda kapal untuk tidak melakukan perlawanan dan untungnya ABK mematuhi perintah nakhoda, sehingga proses penangkapan berjalan lancar, ungkap Hastaria.

Kepala Kantor Imigrasi Tarakan, Bambang Permadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap 42 ABK dari keempat kapal ini. Setelah lengkap, nantinya akan dikoordinasikan dengan Konsulat Jenderal Filipina yang berada di Manado.

Kebetulan Konsulat Jenderal Filipina ada acara berkunjung ke Wali Kota Tarakan, dan kemungkinan ada pembicaraan mengenai permasalahan ini, ucap Bambang.

Salah satu ABK kapal, Jujun (24) asal Filipina, mengatakan, ia sudah satu tahun bekerja di kapal tersebut sebagai petugas yang mengangkat alat pukat ikan. Biasanya, ia mulai bekerja pada pukul 12.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita.

Biasanya dalam enam jam saya kerja, dapat ikan 12 ton, ujar Jujun dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata. (*/jnr/ash)

(red/isang/ima/ijaya/RBW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!